Kenali Empat Stadium HIV
Stadium dua sudah mulai timbul gejala, tetapi gejalanya biasa saja, seperti kulitnya jelek
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Fasilator pelatihan HIV, dr Wiwik Endang mengatakan, ada empat stadium penderita HIV. Stadium satu, tidak tampak gejala HIV bahkan seperti orang normal dan ketahuannya hanya dengan pemeriksaan darah.
"Stadium dua sudah mulai timbul gejala, tetapi gejalanya biasa saja, seperti kulitnya jelek, mengalami gatal-gatal, dan batuk filek seperti flu biasa, tetapi kalau cek darah dan ternyata positif HIV berarti di stadium dua, " kata Wiwik kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (26/11/2014).
Sementara stadium tiga sudah lebih berat, sudah mulai menderita TBC dan mengalami penurunan berat badan. Di Kalbar ini kebanyakan penderita HIV datang berobat di stadium empat yang sangat susah pengobatannya dan akhirnya meninggal dunia.
Wiwik menjelaskan, apabila orang sudah terdiagnosa HIV positif maka seumur hidup dia pengidap HIV. "Yang bisa kita cegah adalah dengan pengobatan untuk menghindari terjadi AIDS, tetapi status hidupnya HIV terus dan harus seumur hidup minum obat, tidak boleh putus-putus," jelasnya.
Dokter Wiwik mengatakan, pencegahan HIV di antaranya dengan akvenesia, artinya hanya satu pasangan, tidak boleh gonta ganti pasangan, Behavier artinya tidak boleh tingkah lakunya yang beresiko, seperti seks menyimpang, homoseksual, atau lesbian, “ katanya.
Selain itu, ini yang sering terjadi pada yang pecandu obat - obatan, dan yang terakhir drug obat - obatan. Dengan demikian kita harus hidup sehat dan normal.
Kata Wiwik, sebelumnya dari tahun 2004 sampai tahun 2008 kasus HIV terbesar pada pecandu narkoba. Sekarang untuk pecandu sudah mulai bergeser malah yang ada sekarang sampai 2014 banyak di Heteroseks artinya bagi yang sering gonta ganti pasangan.