Sekolah Perbatasan Minta Perhatian Pemda
Kalau gedung kita baru punya 10 lokal, sementara lokal yang kita perlukan 12.
"Kalau gedung kita baru punya 10 lokal, sementara lokal yang kita perlukan 12. Dari 10 lokal yang ada, empat lokalnya juga sudah memperihatinkan," ujar Adrianus Mayor kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (12/4/2013).
Untuk memenuhi kekurangan lokal guna menampung 352 siswa, SMAN 1 Ketungau Hulu memanfaatkan ruang laboratorium sebagai tempat belajar mengajar. Menurutnya, tak hanya lokal akan tetapi juga sarana penunjang lainnya seperti media belajar dan juga toilet sekolah.
"Kami satu di antara sekolah yang ada di perbatasan sangat minta perhatian dari pemerintah daerah, mengingat kurangnya fasilitas pendukung belajar baik ruang belajar,toilet maupun media belajar. Setidaknya prioritaskan ke ruang belajar terlebih dulu, karena yang dua ruang harus menumpang di ruang Laboratorium," keluhnya.
Sekolah perbatasan dikatakannya harus mendapatkan perhatian, mengingat pentingnya pendidikan bagi semua pihak. Apalagi perbatasan merupakan garda terdepan dengan negara tetangga.
Selain itu, empat lokal kondisinya sudah rusak, benar- benar sangat memprihatinkan. Sebab sudah banyak yang keropos baik tiang maupun dindingnya, bahkan Kadisdik pun sudah melakukan pengecekan ke sekolah.
Sekda Sintang Zulkifli mengatakan segala permasalahan perbatasan termasuk sekolah, dibicarakan dengan pengurus desa maupun camat sehingga segala permasalahan bisa diketahui dan dibahas dalam Musrenbang.
"Koordinasikan semuanya, termasuk ke Dinas Pendidikan. Tahun ini banyak pembangunan yang masuk ke ketungau Hulu, Mudah- mudahan sudah masuk dalam program prioritas. Sebab banyak juga bidang pendidikan dan kesehatan yang mendapatkan rehab selain jalan dan jembatan," jelas Sekda.
Zulkifli meminta aparat desa proaktif dalam menyampaikan permasalahan yang ada di desanya, bila memang menjadi prioritas tentu akan diupayakan. Akan tetapi memang tak semua bisa langsung dibangun direalisasikan sebab Anggaran juga terbatas