Perbuatan Asusila Oknum Guru Berimbas ke Sekolah
Sekitar jam satu pagi, enggak tahu siapa pelakunya, pagi-pagi langsung kami hapus
"Sekitar jam satu pagi, enggak tahu siapa pelakunya, pagi-pagi langsung kami hapus," kata Asep, saat ditemui di SMAN 22, Jakarta Timur, Minggu siang.
Dari pantauan dilokasi, sejumlah tembok gerbang SMAN 22 Jakarta Timur ditulisi kata-kata yang bernada menghujat. Aksi corat-coret yang menggunakan cat semprot berwarna merah dan hitam itu juga dilakukan di badan jalan di dekat sekolah itu. Ada pula kalimat hujatan terhadap guru yang diduga melakukan tindakan pelecehan.
Seperti diberitakan, seorang guru yang juga menjabat Wakil Kepala SMAN 22 Jakarta Timur berinisial T (46) diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang siswinya yang berinisial MA (17). Dugaan itu menguat setelah MA mengadukan pengalaman buruk yang dialaminya kepada Polda Metro Jaya.
Namun, polisi masih melakukan penyelidikan karena MA tidak menyertakan laporan dengan bukti pendukung. Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah menjatuhkan sanksi terhadap T. Ia dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Sekolah, sekaligus tidak boleh melakukan tugas mengajar.