Nasib TKI

WNI di Malaysia Diminta Bersatu

Hal itu sebagai aksi solidaritas atas maraknya kekerasan fisik dan psikis kepada tenaga kerja Indonesia oleh warga negara Malaysia.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengajak warga negara Indonesia di Malaysia melakukan mogok kerja.

Hal itu sebagai aksi solidaritas atas maraknya kekerasan fisik dan psikis kepada tenaga kerja Indonesia  oleh warga negara Malaysia.

"Warga kita di Malaysia perlu bersatu agar kita dihargai. Mogok itu untuk menghormati TKI yang jadi korban," kata Muhaimin di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Pria yang kerap disapa Cak Imin ini menambahkan, ada dua tindak kekerasan yang menimpa TKI. Pertama, TKI mengalami kekerasan dalam hubungan kerja dengan majikan.

Kekerasan itu berupa penyiksaan majikan, pelanggaran kontrak kerja, dan tidak digaji. Kekerasan kedua dalam kaitan masalah pidana. Hal itu berwujud pemerkosaan dan penembakan.

"Kasus itu diproses hukum. Kita sudah menunjuk lawyer di KBRI untuk mendampingi TKI," ujarnya.

Ia menyatakan, jumlah TKI legal di Malaysia mencapai 1,1 juta orang. Adapun TKI ilegal sebanyak 1,2 juta orang.

Muhaimin mengimbau TKI berangkat ke Malaysia dengan cara legal. TKI yang menjadi korban kekerasan, katanya, berangkat ke Malaysia secara illegal.

"Pemerintah Malaysia harus menindak tegas TKI ilegal. Kita sudah sosialisasikan kepada TKI yang ke Malaysia untuk tidak memaksakan diri, terbujuk rayuan ke Malaysia. TKI jangan berangkat sebelum siap," katanya.

Aksi kekerasan terhadap TKI di Malaysia kembali berulang dan menimpa seorang TKI berinisial SM (25). SM menjadi korban pemerkosaan tiga oknum anggota Kepolisian Diraja Malaysia pada Jumat (9/11/2012). Ketiga oknum polisi diraja Malaysia tersebut menolak tuduhan SM.

Hal itu disampaikan mereka dalam sidang perdana perkara pemerkosaan SM yang digelar di Pengadilan Butterworth, Penang, Jumat (16/11/2012). (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved