Sadis! Belasan Masyarakat Sipil Dipenggal
Senin, 27 Agustus 2012 16:25 WIB

tribunnews.com
Ilustrasi
Berita Terkait
- Sebelum Diganti, Kepala Dinas Jangan Jual Proyek
- Nelayan Kaget Temukan Anak Ikan Hiu Berkepala Dua
- Adnan 30 Tahun Jadi Kepala UPT Pendidikan Teluk Pakedai
- Sintang Cari Kepala Sekolah untuk Daerah Terpencil
- Wadu! 18 Kepala Manusia Dijadikan Fasilitas Riset
- Soal Obat Cacing, Ini Kata Kadiskes Sanggau
- Kepsek Sambas Diminta Lebih Kreatif
- Jabarkan Kemampuan, Kepala Bapeda Singkawang Siap
- Kades Agak Landak Korupsi Rp 46 Juta
- Kades Pemangkat Minta Pelebaran Jalan Sebangku
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Sedikitnya 17 warga sipil, termasuk dua perempuan, tewas dipenggal. Pemenggalan itu terjadi di rumah mereka di sebuah desa di Selatan Afghanistan oleh orang tidak dikenal, Minggu (26/8/2012) kemarin.
"Tadi malam 17 penduduk desa, dua perempuan dan 15 laki-laki, dipenggal kepalanya oleh orang tak dikenal di distrik Kajaki," ujar Juru Bicara Pemerintah Provinsi Helmand, Daud Ahmadi, seperti dilaporkan oleh Channelnewsasia, Senin (27/8/2012).
Hingga kini identitas si pembunuh belum diketahui, sehinngga belum dapat diketahui motif pemenggalan tersebut.
"Kami belum tahu siapa yang berada di balik pembunuhan itu. Saat ini, kami tengah menyelidikinya," katanya.
Haji Musa Khan, seorang pemimpin suku di distrik tetangga, Musa Qala, mengungkapkan di distrik Kajaki telah terjadi lonjakan pembunuhan dalam beberapa bulan terakhir.
"Tiga orang dipancung selama bulan Ramadhan. Sementara baru-baru ini putra seorang pemimpin suku dipenggal,"ujarnya.
Khan mengatakan pembunuhan itu terjadi bersamaan dengan operasi militer besar-besaran oleh pasukan Afghanistan dan NATO di daerah tersebut, untuk 'menertibkan' milisi Taliban. (channelnewsasia)
"Tadi malam 17 penduduk desa, dua perempuan dan 15 laki-laki, dipenggal kepalanya oleh orang tak dikenal di distrik Kajaki," ujar Juru Bicara Pemerintah Provinsi Helmand, Daud Ahmadi, seperti dilaporkan oleh Channelnewsasia, Senin (27/8/2012).
Hingga kini identitas si pembunuh belum diketahui, sehinngga belum dapat diketahui motif pemenggalan tersebut.
"Kami belum tahu siapa yang berada di balik pembunuhan itu. Saat ini, kami tengah menyelidikinya," katanya.
Haji Musa Khan, seorang pemimpin suku di distrik tetangga, Musa Qala, mengungkapkan di distrik Kajaki telah terjadi lonjakan pembunuhan dalam beberapa bulan terakhir.
"Tiga orang dipancung selama bulan Ramadhan. Sementara baru-baru ini putra seorang pemimpin suku dipenggal,"ujarnya.
Khan mengatakan pembunuhan itu terjadi bersamaan dengan operasi militer besar-besaran oleh pasukan Afghanistan dan NATO di daerah tersebut, untuk 'menertibkan' milisi Taliban. (channelnewsasia)
Editor : Jamadin
Sumber : Tribunnews
