Aksi Sopir Ancam Ekonomi Ketapang
Jumat, 27 Juli 2012 15:45 WIB

TRIBUN PONTIANAK/Dok
Aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Sukabangun Ketapang
Aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Sukabangun Ketapang
Berita Terkait
- Waduh, Sehari AN Telan 60 Pil Code
- Rihi: RSUD Tidak Alergi Dikoreksi
- Semua Pendatang Harus Lapor
- Bentuk Forum Komunikasi RT RW
- Erry: 60 Warga RRC Mengantongi Visa Kunjungan
- RSUD Agusdjam Kekurangan Dokter Spesialis
- 428 Batang Ulin Ditangkap
- Kepsek: Bunyi Walet Ganggu Belajar Siswa
- Direktur RSUD Agoesdjam Minta Pengunjung Jaga Kebersihan
- Lurah Data Korban Kebakaran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Tokoh pemuda Tionghoa Ketapang Kalimantan Barat, Bewendy Hwa, mengharapkan kepada pemerintah dan instansi terkait segera mencari jalan keluar terhadap persoalan yang membelit para sopir truk Pelabuhan Sukabangun Ketapang, hingga mengakibatkan mereka mogok operasional.
"Ini tidak bisa didiamkan oleh pemerintah, sebab kalau mereka terus mogok maka perekonomian di Ketapang akan terhenti. Selama ini pasokan barang yang dipasarkan oleh para pengusaha adalah barang-barang yang dibawa oleh para sopir tersebut," kata Bawendy Hwa, kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (27/7/2012).
Dia mengatakan, jika truk tersebut terus melakukan aksi mogok tentu saja kebutuhan sembako di Kabupaten Ketapang akan sulit nantinya, jika sudah demikian sudah barang tentu sembako akan mengalami kenaikan.
"Kasihan masyarakat kalau sudah begini karena terkena dampaknya, apalagi inikan bulan puasa, dan tidak lama lagi juga umat muslim akan melakukan lebaran," tegasnya.
Dia mengatakan, untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah memang perlu melakukan pertemuan dengan semua pihak SPBU yang ada di Ketapang ini, mereka kemudian sama-sama duduk satu meja untuk mencari jalan keluarnya.
"Di ketapang inikan ada 4 SPBU dan satu APMS, memang setiap SPBU hanya mendapatkan 1 sampai tangki solar perhari, namun saya pikir tetap mencukupi jika pengaturannya dilakukan dengan benar," katanya
"Ini tidak bisa didiamkan oleh pemerintah, sebab kalau mereka terus mogok maka perekonomian di Ketapang akan terhenti. Selama ini pasokan barang yang dipasarkan oleh para pengusaha adalah barang-barang yang dibawa oleh para sopir tersebut," kata Bawendy Hwa, kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (27/7/2012).
Dia mengatakan, jika truk tersebut terus melakukan aksi mogok tentu saja kebutuhan sembako di Kabupaten Ketapang akan sulit nantinya, jika sudah demikian sudah barang tentu sembako akan mengalami kenaikan.
"Kasihan masyarakat kalau sudah begini karena terkena dampaknya, apalagi inikan bulan puasa, dan tidak lama lagi juga umat muslim akan melakukan lebaran," tegasnya.
Dia mengatakan, untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah memang perlu melakukan pertemuan dengan semua pihak SPBU yang ada di Ketapang ini, mereka kemudian sama-sama duduk satu meja untuk mencari jalan keluarnya.
"Di ketapang inikan ada 4 SPBU dan satu APMS, memang setiap SPBU hanya mendapatkan 1 sampai tangki solar perhari, namun saya pikir tetap mencukupi jika pengaturannya dilakukan dengan benar," katanya
Penulis : Ali Anshori
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak
