Euro Merana Jelang ECB
Kendati demikian, euro berhasil mengurangi kejatuhannya atas dollar menyusul data ADP Employment Change yang tidak sesuai harapan
Serangkaian data manufaktur dari beberapa negara Eropa menambah gambaran suram ekonomi kawasan itu. Indeks PMI manufaktur zona euro untuk April direvisi menjadi 45,9 dari sebelumnya 46. Indeks PMI Jerman juga bernasib sama, direvisi ke 46,2 dari 46,3. Sedangkan Perancis direvisi menjadi 46,9 dari 47,3.
"Tapi Italia yang paling menonjol, semakin tenggelam dalam kontraksi, dimana indeks PMI-nya turun ke 43,8 di April dari 47,9 di Maret. Data lainnya juga tidak menggembirakan. Jumlah pengangguran di Jerman ternyata bertambah sebanyak 19.000 selama April, melawan prediksi turun 10.000,m" kata Kepala Perwakilan Master Forex Pontianak, Sutopo Widodo, Kamis (3/5/2012).
Menurutnya, hal ini membuat tingkat pengangguran tetap di 6,8%. Soal pengangguran, Italia juga memburuk, dengan naik menjadi 9,8% selama Maret dari 9,6% bulan sebelumnya. Di zona euro, tingkat pengangguran naik ke 10,9% di Maret, rekor tertinggi, dari 10,8% bulan sebelumnya. Semua data itu menjadi bukti tambahan bahwa krisis di zona euro masih jauh dari akhir.
Alhasil, euro anjlok hingga ke $1,3121 kemarin, terendah dalam seminggu terakhir, dari $1,3240. Euro juga melemah terhadap yen ke 105,11, terendah dalam dua minggu terakhir. Bahkan euro tergelincir ke level terendah dalam 22 bulan terakhir atas sterling, di 0,8114.
Kendati demikian, euro berhasil mengurangi kejatuhannya atas dollar menyusul data ADP Employment Change yang tidak sesuai harapan. Data itu menunjukkan lapangan kerja sektor swasta hanya tumbuh 119.000 selama April, lebih rendah dari prediksi 170.000. Meskipun data itu tidak terlalu memukul dollar.