Harga Cabai Berimbas Tekanan Inflasi

Selain itu, tingginya curah hujan juga menyebabkan terbatasnya pasokan ikan sehingga turut berkontribusi pada kenaikan inflasi di KTI dan Sumatera.

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perkembangan inflasi di berbagai daerah pada akhir triwulan I-2012 cenderung mulai menunjukkan adanya tekanan. Realisasi inflasi pada Maret 2012 di hampir seluruh wilayah bahkan cenderung lebih tinggi dibanding rata-rata periode yang sama dalam tiga tahun terakhir.

Pemimpin Bank Indonesia Pontianak, Hilman Tisnawan, mengatakan Kawasan Timur Indonesia (KTI) mengalami kenaikan inflasi yang cukup besar sehingga mendorong disparitas yang kembali melebar dengan inflasi nasional.

"Cenderung meningkatnya inflasi di berbagai daerah terutama dipengaruhi kembali naiknya harga bumbu yang cukup signifikan, khususnya cabe rawit, dan relatif bertahannya harga beras ditengah mulai masuknya siklus panen raya," ujarnya, kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (29/4/2012).

Menurut Hilman, kenaikan harga cabai dikarenakan produksi di sebagian besar daerah sentra produksi di Jawa terkendala faktor tingginya curah hujan. Selain itu, tingginya curah hujan juga menyebabkan terbatasnya pasokan ikan sehingga turut berkontribusi pada kenaikan inflasi di KTI dan Sumatera.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved