Wah! Dokter di Sintang Usir Wartawan
Peristiwa itu bermula ketika beberapa awak media ingin meliput seorang penderita liver Lusiana (6) warga Desa Jabai Kecamatan Ambalau
Peristiwa itu bermula ketika beberapa awak media ingin meliput seorang penderita liver Lusiana (6) warga Desa Jabai Kecamatan Ambalau, yang informasinya menderita penyakit liver atau pembengkakan hati. Keterangan dari Rusmi, ibu pasien, pada tanggal (10/4/2012) lalu, Lusiana dibawa ke Puskesmas Kemangai, Kecamatan Ambalau, karena demam dan muntah-muntah hingga mengeluarkan cairan menyerupai darah segar.
Empat hari kemudian perkembangan Lusiana semakin mengkhawatirkan, pasalnya perut anak yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) ini mulai membesar, hingga akhirnya pada 23 April dibawa ke RSUD Ade M Djoen Sintang.
Dari hasil perbincangan dengan ibu pasien, diketahui Lusiana memerlukan darah golongan B dan belum tercukupi. Kebetulan awak media yang sedang meliput memiliki golongan darah yang sama dan punya niat ingin menyumbang darahnya.
"Kalau tidak salah golongan darah saya B. Nanti coba saya periksa. Kalau memang dan segera dibutuhkan dibutuhkan, tidak masalah, saya siap donor," ujar satu diantara awak media.
Belum lama berbincang-bincang dengan ibu pasien, kemudian datang dokter spesialias anak Fuadi, bersama beberapa petugas kesehatan hendak memeriksa sejumlah pasien. sambil menunggu kedatangan para petugas kesehatan tersebut, awak media mundur menjauh dari pasien agar tidak mengganggu jalannya pemeriksaan oleh petugas kesehatan terhadap pasien.
Tidak lama kemudian setelah memeriksa beberapa pasien, tiba gilirannya Lusiana. Tanpa sebab yang jelas, dr Fuad mempertanyakan keberadaan awak media dengan nada kurang menyenangkan.
"Kalian siapa? Kalau bukan keluarga pasien, keluar dari ruangan ini," ucapnya dengan nada tinggi, yang diikuti gerakan tangan yang menunjukkan pengusiran agar semua awak media dirungan itu keluar