Timanggong Minta Warga Tenang
Kalau Dinas Kesehatan dan kepolisian yang memberitahukan kepada warga, saya rasa akan lebih didengar
"Saya rasa memang masuk akal jika itu hanyalah kasus keracunan. Jadi, masyarakat memang tidak perlu panik," ujarnya saat dihubungi Tribun, Senin (13/2/2012).
Peristiwa meninggalnya enam warga Jelimpo, kata Silestenus, telah menyebar luas, apalagi setelah diberitakan media. Dia menilai bahwa kejadian itu sudah sesuai dengan yang diberitakan, bahwa wabah itu hanyalah isu.
Untuk meyakinkan masyarakat, Silestenus berharap pihak-pihak yang berkompeten segera memberikan sosialisasi.
"Kalau Dinas Kesehatan dan kepolisian yang memberitahukan kepada warga, saya rasa akan lebih didengar," katanya.
Berdasarkan pengamatannya, Silestenus menyatakan bahwa masyarakat Landak tidak terpengaruh dengan isu wabah yang disebarkan oleh sebagian warga.
Dia pun berharap media turut menginformasikan perkembangan kasus tersebut, khususnya untuk menyampaikan penyebab yang sebenarnya.
"Kejadian itu kan memang benar ada. Tapi kita masih belum tahu apa penyebabnya," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Landak Herculanus Heriadi mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya enam warga Desa Temahar.
"Atas kejadian itu, saya sebagai wakil bupati bersama Bapak Bupati Landak turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa sejumlah warga. Semoga arwahnya dapat diterima di sisi Tuhan, dan kelaurga yang ditingalkan agar selalu tabah dan kuat," katanya.
Ia juga mengimbau warga agar sesudah pulang ke kampung masing-masing, jangan ada rasa takut atau resah, karena itu bukan wabah yang bisa menular tetapi hanya kasus keracunan.
"Sekali lagi saya berpesan agar warga tetap berpegang kepada agama yang dianut, jangan mudah menyerah," imbaunya.