Breaking News

Monterado Mula Cap Go Meh

Perayaan Cap Go Meh yang dilestarikan warga Tionghoa, pertama kalinya terjadi di daerah Monterado, Kabupaten Bengkayang.

Tayang:
Penulis: Steven Greatness | Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,  SINGKAWANG - Perayaan Festival Cap Go Meh yang merupakan event tahunan Pemerintahan Kota Singkawang, bahkan event nasional yang menarik perhatian wisatawan mancanegara memiliki sejarah tersendiri. 

Perayaan Cap Go Meh yang dilestarikan warga Tionghoa, pertama kalinya terjadi di daerah Monterado, Kabupaten Bengkayang.

Pemerhati Budaya Tionghoa Singkawang, Thong Fuk Long (75), mengatakan, asal usul perayaan Cap Go Meh pertama kali digelar di Monterado yang terkenal dengan daerah hutan emas.

Diceritakannya, pada masa itu ada lima jenderal China merantau ke Nusantara khususnya di Kalbar. Satu di antaranya adalah Jenderal Ng Kang Sen, yang memilih ke daerah Monterado.

Ketika sang jenderal tiba di Monterado, ia menemukan banyak warga terutama yang bekerja sebagai penambang emas menderita penyakit yang sangat aneh, kesurupan/kerasukan dan tak sedikit yang meninggal dunia akibat dari wabah penyakit aneh tersebut.

Karena sang jenderal memiliki ilmu yang sakti, maka ia mencoba mengobati warga setempat dengan cara mengusir roh jahat yang berada di dalam tubuh.

"Oleh karena itu, perayaan Cap Go Meh setiap tahunnya yang dilaksanakan di Kota Singkawang bertujuan untuk mengusir roh jahat atau tolak bala agar masyarakat Singkawang senantiasa hidup damai dan terhindar dari segala gangguan roh jahat," ujar Thong Fuk Long kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (2/2/2012).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved