• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Sadis, Tatung Singkawang Dilarang

Rabu, 25 Januari 2012 19:30 WIB
Sadis, Tatung Singkawang Dilarang
NET
Tatung bocah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Tatung-tatung yang akan tampil dalam perayaan Cap Go Meh pada 6 Februari di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dilarang menyajikan atraksi sadisme.

"Puncak dari kegiatan perayaan Imlek dan Cap Go Meh ini adalah pawai dan atraksi tatung. Diperkirakan 750 tatung akan tampil dalam kesempatan tersebut. Supaya atraksi ini bisa dinikmati oleh wisatawan, panitia melarang adanya tatung yang menampilkan atraksi sadisme, seperti makan ayam mentah, anak anjing, dan sejenisnya," kata Sekretaris Panitia Perayaan Imlek 2563 dan Festival Cap Go Meh Tahun 2012 Kota Singkawang, Bong Cin Nen, Rabu (25/1/2012).

Tatung adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur, sehingga bisa melakukan hal-hal yang luar biasa, dalam keyakinan warga Tionghoa. Tatung memang menjadi keharusan dalam perayaan Cap Go Meh setiap tahun dan ditampilkan di hadapan publik.

Seperti tahun-tahun yang lalu, kata Bong Cin Nen, dari sekian ratusan peserta, masih terselip ada juga yang menampilkan adegan sadisme walau jumlahnya tidak banyak. Namun tahun ini, pihak panitia  dengan tegas melarang atraksi sadisme itu.

Dijelaskannya, hari puncak perayaan Imlek 2563 dan Festival Cap Go Meh 2012 yang ditunggu-tunggu para wisatawan di Kota Singkawang adalah arak-arakan dan atraksi ratusan tatung, yang dikemas secara apik.

Tatung yang sudah sejak puluhan tahun silam dikenal warga merupakan pembauran budaya lokal dan daratan Tiongkok yang tak ada duanya di dunia, katanya. (*)
Sumber: Antara
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas