Alasan Es Gabus Jadul Bertekstur Mirip Spons Menurut BPOM
BPOM mengatakan, proses dimulai dengan mencampur tepung hunkue dan santan, kemudian dipanaskan.
Ringkasan Berita:
- Es yang ia jajakan dituduh berbahan spons.
- Tuduhan itu disampaikan oleh Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo.
- Masing-masing menjabat sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Selatan dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sosok penjual es gabus bernama Suderajat (49), warga Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tengah menjadi sorotan masyarakat di media sosial.
Pasalnya, es yang ia jajakan dituduh berbahan spons.
Tuduhan itu disampaikan oleh Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo.
Masing-masing menjabat sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Selatan dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang.
Lantas apakah benar es yang dijual berbahan spons?
• Viral Tuduhan Es Gabus dari Spons, Polisi Akui Salah dan Minta Maaf ke Pedagang
Penjelasan BPOM
Dilansir dari Kompas TV, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta menjelaskan tekstur es gabus yang menyerupai spons merupakan hasil dari proses pengolahan dan interaksi antar bahan penyusunnya, khususnya dari penggunaan tepung hunkue (pati kacang hijau) dan santan.
"Ternyata rahasianya ada pada proses pengolahan dan interaksi bahan yang berperan bikin es gabus jadi kenyal dan unik," demikian keterangan unggahan akun @bpom.jakarta.
BPOM mengatakan, proses dimulai dengan mencampur tepung hunkue dan santan, kemudian dipanaskan.
Pada tahap ini, terjadi gelatinisasi pati, yaitu ketika molekul pati menyerap air, mengembang, lalu membentuk gel yang memberikan tekstur adonan yang kental. Setelah adonan matang, proses dilanjutkan ke tahap pembekuan.
Tahap pembekuan inilah yang mendorong terjadinya proses retrogradasi atau rekristalisasi pati.
Pada proses ini, struktur gel dari adonan akan membentuk jaringan yang lebih stabil dan padat.
• Tak Hanya Buah, Es Campur Durian Jemongko Jadi Buruan Pecinta Durian
Kronologi Es Suderajat Dituduh Berbahan Spons
Tuduhan itu muncul berawal dari laporan seorang warga bernama Arief Fadhillah melapor ke call center 110 pada Sabtu 24 Januari 2026.
Dalam laporannya, ia menyebut es yang dijual Suderajat diduga mengandung Polyurethane Foam (PU Foam).
Material tersebut biasa digunakan sebagai busa kasur atau spons pencuci.
Menindaklanjuti laporan itu, tim piket Reskrim Polsek Kemayoran mendatangi lokasi di Utan Panjang, Kemayoran.
Hal uji lab menunjukkan bahwa es gabus yang dijual Suderajat aman dikonsumsi.
Namun, Aiptu Ikhwan dan Serda Heri langsung mendatangi penjual tersebut tanpa berbekal hasil lab.
Dalam video yang viral, keduanya tampak menginterogasi Suderajat yang diduga menjual es berbahan spons.
Serda Heri bahkan menyuruh penjual itu memakan es gabus jualan sendiri.
Lantaran tuduhan tidak terbukti, Aiptu Ikhwan dan Serda Heri menyampaikan permintaan maaf.
Video maaf itu dirilis Polres Jakarta Pusat pada Selasa 27 Januari 2026.
Aiptu Ikhwan mengakui terlalu cepat mengambil kesimpulan.
"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Suderajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini," kata Ikhwan.
Artikel ini telah tayang di Kompas TV dan TribunVideo
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Update Nama Penerima Bansos PKH dan BPNT Terbaru Cair Bulan April sampai Juni 2026 Cek Disini |
|
|---|
| Cek Wilayah Diterjang Badai Gelombang Tinggi Status Peringatan Dini BMKG Besok hingga 18 April 2026 |
|
|---|
| Lowongan Kerja Orang Tua Group Terbaru April 2026 Lengkap Posisi dan Syarat Lamaran Pekerjaan |
|
|---|
| Link Pendaftaran Manajer Kopdes Merah Putih 2026 Dibuka 30000 Formasi Lengkap Syarat dan Cara Daftar |
|
|---|
| Lowongan Kerja BAZNAS Terbaru April 2026 jadi Content Creator Pasarhalal, Ini Syaratnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/diduga-berbahan-spon-sempat-viral-di-media-sosial.jpg)