Ragam Contoh

Kriteria Penerima Bansos 2026, Ini yang Berhak Mendapatkan Bantuan Pemerintah

Penentuan penerima bansos tahun 2026 dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Freepik/KrishnaTedjo
BANSOS 2026 - Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan kondisi ekonomi yang masih menantang, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu warga memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari pangan, kesehatan, hingga dukungan kesejahteraan keluarga. 
Ringkasan Berita:
  • Penyaluran bansos sendiri tidak diberikan secara menyeluruh kepada seluruh masyarakat. Pemerintah menetapkan sejumlah syarat dan indikator tertentu agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang masuk kategori miskin maupun rentan miskin. 
  • Dengan sistem seleksi tersebut, program bantuan sosial diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia terus menggulirkan berbagai program bantuan sosial atau bansos sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. 

Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan kondisi ekonomi yang masih menantang, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu warga memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, mulai dari pangan, kesehatan, hingga dukungan kesejahteraan keluarga.

Penyaluran bansos sendiri tidak diberikan secara menyeluruh kepada seluruh masyarakat. Pemerintah menetapkan sejumlah syarat dan indikator tertentu agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang masuk kategori miskin maupun rentan miskin. 

Dengan sistem seleksi tersebut, program bantuan sosial diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Penentuan penerima bansos tahun 2026 dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Data ini menjadi acuan utama pemerintah dalam memetakan kondisi ekonomi masyarakat Indonesia secara lebih akurat dan terintegrasi. 

Dana Hibah dan Bansos 2027 Singkawang Mulai Dibahas, Sekda Dwi Yanti: Proposal Harus Diteliti

Melalui sistem tersebut, setiap warga dikelompokkan sesuai tingkat kesejahteraannya sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih efektif.

Mengacu pada informasi dari akun Instagram resmi @pusdatinkesos, masyarakat dalam DTSEN dibagi ke dalam desil 1 hingga desil 10. 

Desil merupakan sistem pengelompokan yang menunjukkan tingkat kesejahteraan penduduk, dimulai dari kelompok ekonomi paling rendah hingga kelompok dengan kondisi ekonomi paling tinggi.

Dalam pembagian tersebut, desil 1 mencakup 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah atau paling miskin. 

Sementara itu, desil 10 merupakan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling mampu. 

Dengan metode ini, pemerintah dapat menentukan prioritas penerima bantuan sosial berdasarkan tingkat kebutuhan ekonomi masing-masing keluarga.

Secara umum, bansos tahun 2026 diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai desil 5. Namun, setiap program bantuan memiliki kriteria penerima yang berbeda sesuai tujuan program yang dijalankan pemerintah.

Berikut rincian kategori penerima bansos 2026 berdasarkan jenis bantuannya:

Program Keluarga Harapan (PKH): diprioritaskan untuk masyarakat desil 1 hingga desil 4.
Bantuan Pangan atau Bansos Sembako: diberikan kepada masyarakat dalam kategori desil 1 sampai desil 5.
Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): diperuntukkan bagi masyarakat desil 1 hingga desil 5.

Melalui pemanfaatan DTSEN, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial pada 2026 menjadi lebih transparan, akurat, dan tepat sasaran. 

Sistem ini juga diharapkan mampu meminimalkan kesalahan data penerima bansos sehingga bantuan negara benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan dukungan ekonomi.

Nominal Bansos PKH Cair Juni 2026 Lengkap Semua Kategori

Cara Mengukur Desil Penerima Bansos

Desil dalam penentuan penerima bansos diukur berdasarkan sejumlah variabel yang menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi suatu keluarga. Variabel tersebut meliputi kepemilikan aset, kondisi rumah, tingkat pendidikan dan pekerjaan anggota keluarga, serta jumlah anggota keluarga.

Semakin banyak aset yang dimiliki, kondisi rumah yang semakin layak, tingkat pendidikan yang lebih tinggi, pekerjaan yang lebih stabil, serta jumlah anggota keluarga yang lebih sedikit, maka keluarga tersebut cenderung masuk dalam kelompok sejahtera.

Sebaliknya, jika tidak memiliki aset, kondisi rumah kurang layak, pendidikan rendah, pekerjaan tidak stabil, dan jumlah anggota keluarga lebih banyak, maka cenderung masuk kelompok kurang mampu.

Meski demikian, penentuan desil tidak bersifat tetap karena dapat berubah seiring pembaruan data, baik naik, turun, maupun tetap. Karena itu, masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai dapat mengajukan sanggahan maupun usulan pembaruan data dengan beberapa cara berikut:

  • Mendatangi operator SIKS-NG di desa/kelurahan dan mengajukan usulan pembaruan;
  • Mendatangi operator SIKS NG di dinas sosial kabupaten/kota;
  • Melalui usulan pembaruan pada Aplikasi Cek Bansos.
  • Untuk pengusulan melalui cara pertama dan kedua, masyrakat akan mengisi 39 pertanyaan yang kemudian diinput langsung oleh operator. Sementara itu, pengusulan melalui aplikasi akan ditindaklanjuti dengan survei oleh pendamping sosial di wilayah setempat.

Masyarakat diharapkan memberikan informasi yang akurat dan jujur agar penyaluran bansos dapat semakin tepat sasaran.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved