Ragam Contoh

Ciri Pasangan Selingkuh, Ini Efek Pengkhianatan pada Kesehatan Mental

Ketika kepercayaan yang telah dibangun dengan penuh harapan justru dilanggar oleh pasangan, rasa aman dalam hubungan bisa runtuh seketika

INSTAGRAM
MENTAL- Respons emosional yang muncul akibat pengkhianatan pun beragam. Mulai dari kemarahan, rasa kecewa mendalam, menyalahkan diri sendiri, hingga kecenderungan untuk menarik diri dari lingkungan sosial. 
Ringkasan Berita:
  • Respons emosional yang muncul akibat pengkhianatan pun beragam. Mulai dari kemarahan, rasa kecewa mendalam, menyalahkan diri sendiri, hingga kecenderungan untuk menarik diri dari lingkungan sosial.
  • Dalam dunia psikologi, kondisi ini dikenal sebagai Betrayal Trauma, yaitu trauma interpersonal yang terjadi akibat dikhianati oleh orang terdekat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Pengkhianatan dalam hubungan bukan hanya menyisakan luka emosional, tetapi juga dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental seseorang. 

Ketika kepercayaan yang telah dibangun dengan penuh harapan justru dilanggar oleh pasangan, rasa aman dalam hubungan bisa runtuh seketika.

Situasi ini sering membuat seseorang merasa rapuh, kehilangan arah, hingga mempertanyakan nilai diri sendiri.

Respons emosional yang muncul akibat pengkhianatan pun beragam. Mulai dari kemarahan, rasa kecewa mendalam, menyalahkan diri sendiri, hingga kecenderungan untuk menarik diri dari lingkungan sosial.

Dalam dunia psikologi, kondisi ini dikenal sebagai Betrayal Trauma, yaitu trauma interpersonal yang terjadi akibat dikhianati oleh orang terdekat. Dampaknya tidak bisa dianggap ringan karena dapat memengaruhi kondisi psikologis secara signifikan.

Mengacu pada Verywell Mind, sekitar 30 hingga 60 persen individu yang mengalami pengkhianatan dalam hubungan menunjukkan gejala seperti Post-Traumatic Stress Disorder, depresi, hingga kecemasan.

Jelang Tayang, Film Dilan ITB 1997 Hadirkan Touring Motor Jakarta–Bandung Bareng Ariel NOAH

Selain itu, kondisi ini juga dapat menurunkan rasa percaya diri serta menyulitkan seseorang untuk membangun hubungan yang sehat di masa depan.

Perlu dipahami bahwa pengkhianatan tidak selalu berbentuk perselingkuhan fisik. Banyak bentuk lain yang sering kali tidak disadari, seperti kurangnya komitmen, sikap tidak konsisten, hingga menghilang tanpa penjelasan atau yang dikenal sebagai ghosting.

Hal ini menunjukkan bahwa pengkhianatan dalam hubungan memiliki spektrum yang luas dan sering terjadi secara halus.

Berdasarkan Positive Psychology, terdapat sejumlah tanda pengkhianatan yang patut diwaspadai, di antaranya:

  • Menyembunyikan hubungan dengan orang lain
  • Menghapus atau merahasiakan percakapan
  • Tidak transparan mengenai intensitas komunikasi
  • Tidak mengakui status hubungan
  • Sering menggoda atau melakukan flirting
  • Memiliki ketertarikan emosional atau fantasi terhadap orang lain
  • Merasa bersalah atas interaksi tertentu
  • Membicarakan keburukan pasangan kepada orang lain
  • Membagikan informasi pribadi yang seharusnya dijaga
  • Lebih bergantung pada orang lain untuk dukungan emosional
  • Menghabiskan waktu berlebih dengan orang tersebut
  • Mulai kehilangan ketertarikan pada pasangan

5 Drakor Pendek Terbaik yang Wajib Ditonton Saat Waktu Luang

Cara Mengatasi Trauma Akibat Pengkhianatan

Menghadapi trauma akibat pengkhianatan bukanlah hal yang mudah, terutama jika dilakukan sendirian. Oleh karena itu, dukungan profesional seperti terapi sangat disarankan untuk membantu proses pemulihan. Terapi dapat membantu individu memahami emosi yang muncul, mengelola rasa sakit, serta mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius.

Melalui pendekatan terapi, seseorang juga dapat mengeksplorasi pengalaman masa lalu yang mungkin memengaruhi pola hubungan saat ini, termasuk masalah kelekatan atau attachment. Pendekatan ini membantu individu mengenali akar masalah sekaligus membangun cara yang lebih sehat dalam menjalin hubungan ke depan.

Mengutip dari Healthline, terapi individu memiliki beberapa manfaat penting dalam proses pemulihan, antara lain:

  • Membantu mengenali dan mengurangi kebiasaan menyalahkan diri sendiri
  • Membangun kembali rasa percaya diri yang sempat hilang
  • Mengajarkan cara yang lebih sehat dalam menghadapi emosi sulit

Pada akhirnya, proses penyembuhan dari pengkhianatan membutuhkan waktu, kesabaran, dan dukungan yang tepat. Mengenali tanda-tanda serta memahami dampaknya menjadi langkah awal yang penting untuk kembali bangkit dan membangun kehidupan emosional yang lebih sehat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved