Ragam Contoh

Tips Tetap Bugar Saat Mudik Lebaran, Dokter Ingatkan Pentingnya Cukupi Cairan Tubuh

Jika kondisi ini terus dibiarkan, dehidrasi bahkan dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Tayang:
Dok. Tribunnews.com
ANDROID- Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat memicu berbagai keluhan kesehatan. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain pusing, mulut terasa kering, tubuh cepat lelah, hingga kesulitan berkonsentrasi.  

 

Ringkasan Berita:
  • Meski penuh kebahagiaan, perjalanan mudik yang panjang dan padat kerap membuat tubuh mudah lelah jika tidak dipersiapkan dengan baik.
  • Perjalanan menuju kampung halaman biasanya ditempuh menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari mobil pribadi, bus, kereta api, hingga sepeda motor. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Tradisi mudik Lebaran sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia setiap menjelang Idulfitri. 

Pada momen ini, jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga tercinta. 

Meski penuh kebahagiaan, perjalanan mudik yang panjang dan padat kerap membuat tubuh mudah lelah jika tidak dipersiapkan dengan baik.

Perjalanan menuju kampung halaman biasanya ditempuh menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari mobil pribadi, bus, kereta api, hingga sepeda motor. 

Waktu perjalanan yang bisa berlangsung berjam-jam bahkan seharian membuat para pemudik harus duduk dalam waktu lama, sehingga berpotensi menimbulkan rasa pegal, kelelahan, hingga penurunan konsentrasi.

Oleh karena itu, menjaga kondisi tubuh tetap bugar selama perjalanan menjadi hal yang sangat penting. Dengan kondisi fisik yang baik, perjalanan mudik tidak hanya terasa lebih nyaman, tetapi juga lebih aman bagi pemudik.

Salah satu hal yang sering kali diabaikan adalah kecukupan cairan tubuh selama perjalanan. Saat menempuh perjalanan jauh, tubuh bisa kehilangan cairan lebih cepat, terlebih jika cuaca sedang panas atau kendaraan yang digunakan terasa pengap.

Derby Romero Alami Heat Stroke Saat Syuting Film Ikatan Darah di Semarang, Begini Kronologinya

Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat memicu berbagai keluhan kesehatan. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain pusing, mulut terasa kering, tubuh cepat lelah, hingga kesulitan berkonsentrasi. 

Jika kondisi ini terus dibiarkan, dehidrasi bahkan dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, pemudik disarankan untuk minum air secara rutin dan tidak menunggu hingga merasa haus. Idealnya, konsumsi air putih dilakukan setiap satu hingga dua jam sekali untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama perjalanan.

Selain itu, pemudik juga sebaiknya membatasi konsumsi minuman berkafein dan minuman manis. 

Minuman seperti kopi, teh, dan soda memiliki efek diuretik yang dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil, sehingga berisiko mempercepat hilangnya cairan tubuh.

Tidak kalah penting, pemudik dianjurkan membawa persediaan air minum yang cukup selama perjalanan. Hal ini menjadi langkah antisipasi karena tidak semua jalur mudik memiliki fasilitas tempat istirahat atau sumber air minum yang memadai.

Selain menjaga asupan cairan, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah posisi tubuh selama perjalanan. 

Duduk terlalu lama dapat membuat otot dan sendi bekerja secara statis, sehingga memicu rasa pegal atau nyeri pada beberapa bagian tubuh.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Ega Jaya, Sp.KFR, AIFO-K, menjelaskan bahwa posisi duduk dalam waktu lama dapat memberikan tekanan cukup besar pada area pinggang dan punggung bawah.

Karena itu, pemudik disarankan untuk sesekali melakukan peregangan ringan atau beristirahat di rest area agar tubuh tetap rileks dan sirkulasi darah tetap lancar selama perjalanan.

Dengan memperhatikan berbagai hal tersebut, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan menyenangkan hingga tiba di kampung halaman.

“Kalau ngomongin mudik, harus diperhatikan dulu moda transportasinya, pakai mobil, motor atau bus, sebab risiko cederanya akan berbeda-beda tapi biasanya pinggang yang berisiko,” kata dr Ega dikutip dari Kompas.com pada Selasa 10 Maret 2026.

Untuk mencegah keluhan tersebut, pemudik disarankan melakukan peregangan secara berkala selama perjalanan. Gerakan sederhana seperti memutar leher, meregangkan bahu, atau mencondongkan tubuh ke kiri dan kanan dapat membantu mengurangi ketegangan otot.

5 Amalan Utama di Bulan Ramadan Menurut Ustaz Adi Hidayat, Jangan Sampai Terlewat

“Baik pakai mobil atau bus, posisi duduknya pasti lama, maka perlu stretching secara berkala,” jelas dr Ega.

Ia menyarankan peregangan dilakukan setiap 30 menit hingga satu jam sekali agar otot tetap rileks. Selain itu, kaki juga sebaiknya diluruskan secara berkala agar sirkulasi darah tetap lancar.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, pemudik dianjurkan berhenti sejenak setiap beberapa jam untuk beristirahat. Selain membantu meredakan ketegangan otot, berhenti sejenak juga memberi kesempatan tubuh untuk kembali segar sebelum melanjutkan perjalanan.

Dengan menjaga asupan cairan tubuh serta melakukan peregangan secara rutin, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman. Tubuh yang sehat dan bugar juga membuat momen berkumpul bersama keluarga di kampung halaman menjadi lebih menyenangkan. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved