Ragam Contoh

Intens Olahraga Perkecil Pertumbuhan Kanker Payudara, Riset Ilmiah Ini Alasannya

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memicu tubuh melepaskan senyawa protein khusus bernama myokines

Tayang:
INSTAGRAM
KANKER- Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memicu tubuh melepaskan senyawa protein khusus bernama myokines, yang memiliki kemampuan biologis dalam melawan pertumbuhan sel kanker. 
Ringkasan Berita:
  • Para peneliti menemukan bahwa satu kali sesi latihan intens dapat menurunkan laju pertumbuhan sel kanker payudara hingga sekitar 30 persen.
  • Ketika sampel darah yang mengandung myokines tersebut diaplikasikan pada kultur sel kanker payudara di laboratorium, peneliti menemukan penurunan pertumbuhan tumor secara drastis.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Bagi sebagian besar orang, olahraga umumnya dipahami sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan kualitas hidup. 

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaatnya jauh melampaui aspek kesehatan biasa dan dapat memberikan efek yang sangat signifikan, termasuk dalam upaya melawan kanker.

Para peneliti menemukan bahwa satu kali sesi latihan intens dapat menurunkan laju pertumbuhan sel kanker payudara hingga sekitar 30 persen. Hasil ini menjadi kabar baik bagi para penyintas kanker yang selama ini mencari metode pendukung untuk meminimalkan risiko kekambuhan.

Studi tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari Edith Cowan University, Australia, melibatkan 32 penyintas kanker payudara. 

Para partisipan diminta menjalani sesi latihan berdurasi 45 menit, yang meliputi latihan kekuatan (resistance training) dan latihan interval intensitas tinggi atau HIIT.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memicu tubuh melepaskan senyawa protein khusus bernama myokines, yang memiliki kemampuan biologis dalam melawan pertumbuhan sel kanker.

“Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kedua jenis latihan sama-sama mampu menghasilkan myokines dengan efek antikanker pada penyintas kanker payudara,” jelas Francesco Bettariga, peneliti utama studi dan ahli olahraga dari Edith Cowan University, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari Science Alert, Selasa (12/8).

Daftar Keterampilan yang Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja Modern Bagi Gen Z

Bagaimana Olahraga Menghambat Pertumbuhan Kanker?

Myokines adalah protein yang dilepas otot ke dalam aliran darah ketika seseorang berolahraga. Dalam penelitian ini, sampel darah para peserta diambil sebelum latihan, tepat setelah latihan, dan kembali 30 menit setelahnya.

Ketika sampel darah yang mengandung myokines tersebut diaplikasikan pada kultur sel kanker payudara di laboratorium, peneliti menemukan penurunan pertumbuhan tumor secara drastis.

Yang lebih menarik, efek penghambatan juga terjadi pada sel kanker triple-negative, salah satu jenis kanker payudara yang paling agresif dan biasanya tidak memberikan respons terhadap terapi hormon karena tidak memiliki reseptor hormon. 

Walaupun tidak peka terhadap hormon, sel kanker jenis ini tetap menunjukkan perlambatan pertumbuhan setelah terpapar myokines dari darah peserta penelitian.

Penemuan ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana olahraga dapat berperan sebagai terapi pendukung dalam penanganan kanker, sekaligus memperkuat bukti ilmiah mengenai hubungan positif antara aktivitas fisik dan kesehatan seluler.

Metode Penelitian

Kelompok Resistance Training menjalani latihan seperti chest press, seated row, shoulder press, lat pulldown, leg press, leg extension, leg curl, dan lunges.
Kelompok HIIT berlatih menggunakan sepeda statis, treadmill, rower, dan cross-trainer.
Kedua kelompok menunjukkan peningkatan sementara pada tiga jenis myokines: decorin, IL-6, dan SPARC.

Aneurisma Otak Mengintai Tanpa Gejala, Waspada Sering Sakit Kepala Tiba-tiba

Manfaat Myokines untuk Tubuh

Selama ini, myokines dikenal membantu pertumbuhan otot, membakar lemak, dan mengurangi peradangan.

Penelitian ini menambah bukti bahwa protein ini juga dapat menekan pertumbuhan berbagai jenis tumor, termasuk kanker payudara.

“Latihan kekuatan dan HIIT memicu perubahan akut pada kadar myokines dalam sirkulasi darah dan mengurangi pertumbuhan sel kanker, yang mungkin berkontribusi pada mekanisme biologis pengendalian kanker,” jelas tim peneliti.

Meski begitu, mereka menekankan bahwa diperlukan studi lanjutan untuk memahami dampak jangka panjangnya terhadap risiko kekambuhan.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved