Perairan Pesisir Kalbar Didominasi Gelombang 0,5 hingga 2,0 Meter
Tinggi gelombang sangat dipengaruhi kondisi angin yang saat ini masih cukup kuat akibat aktifnya Monsun Asia di wilayah perairan Kalbar
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Safruddin
Ringkasan Berita:
- Waspadai gelombang khususnya di wilayah pesisir Kalimantan Barat
- Tinggi gelombang akan dipengaruhi angin akibat tingginya pengaruh monsun asia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak memprakirakan kondisi ketinggian gelombang di wilayah perairan Kalimantan Barat.
Selama tiga hari ke depan akan berada pada kategori rendah hingga sedang, dengan kisaran 0,5 hingga 2,0 meter.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Risa Yurisma, mengatakan gelombang kategori sedang berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Gelombang signifikan kategori sedang berpotensi terjadi di perairan Sambas, perairan Singkawang–Bengkayang.
Kemudian perairan Pontianak–Mempawah serta perairan Kubu Raya,,
Tinggi gelombang sangat dipengaruhi kondisi angin yang saat ini masih cukup kuat akibat aktifnya Monsun Asia di wilayah perairan Kalbar bagian utara.
Baca juga: BMKG Maritim Pontianak : Padang Tikar Sudah Masuk Daerah Rawan Gelombang Sebelum Kecelakaan
"Ketinggian gelombang dipengaruhi oleh kondisi angin, di mana saat ini Monsun Asia masih aktif sehingga menyebabkan peningkatan kecepatan angin, khususnya di perairan Kalimantan Barat bagian utara," kata Risa kepada wartawan tribunpontianak.co.id, Selasa 17 Februari 2026.
Risa menjelaskan, masyarakat pesisir dan para pengguna jasa transportasi laut di wilayah pelayanan BMKG Maritim Pontianak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Untuk wilayah pelayanan kami, yaitu Perairan Pesisir Kalimantan Barat, selama tiga hari ke depan perlu diwaspadai potensi gelombang sedang, terutama di Perairan Sambas, Singkawang–Bengkayang, Pontianak–Mempawah, dan Kubu Raya," katanya.
Asap Belum Ganggu Alur Pelayaran
Terkait potensi kabut asap, ia memastikan hingga saat ini belum terdapat laporan yang secara signifikan mengganggu aktivitas pelayaran.
"Hingga saat ini, kami belum menerima laporan adanya kondisi kabut asap yang secara signifikan mengganggu aktivitas di wilayah perairan," ungkapnya.
Dalam tiga bulan terakhir, wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya juga memasuki periode curah hujan yang relatif lebih rendah dibandingkan bulan lainnya.
Kondisi ini menyebabkan cuaca cenderung panas dengan kelembapan udara relatif rendah serta hujan yang bersifat lokal dan tidak merata.
"Secara umum, keberadaan kabut asap dapat berdampak pada penurunan jarak pandang (visibility) serta penurunan kualitas udara, yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran," katanya.
--
| Wali Kota Edi Kamtono Siapkan Konsep Baru Pasar di Pontianak |
|
|---|
| Polda Kalbar Gelar Bakti Sosial di Panti Catur Dharma Yatim Pepabri Peringati Hari Kartini |
|
|---|
| Saka Gin Ekspansi ke Pontianak: Definisikan Makna Premium Melalui Identitas Lokal |
|
|---|
| Ketua DPRD Mempawah Minta Pemkab Transparan Soal Rencana Tata Ruang, Dorong Daya Tarik Investasi |
|
|---|
| Petugas Gabungan Sigap Tangani Kecelakaan Beruntun di Mempawah, Jalan Licin Dibersihkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sejumlah-pengunjung-duduk-di-atas-kubus-penahan-ombak23ref.jpg)