Pimpin Upacara di SMAN 01 Sekadau, AIPDA Mawardi Ingatkan Pelajar Bullying Bukan Candaan

Kadang dilakukan sambil bercanda, tapi bagi yang menerima, itu bisa menjadi luka yang sangat dalam

Tayang:
Editor: Jamadin
Humas Polres Sekadau
PEMBINA UPACARA - Ps. Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Sekadau, Aipda Mawardi, bertindak sebagai inspektur upacara di SMAN 1 Sekadau Hilir, Senin 26 Januari 2026. Dia mengajak siswa untuk lebih peka terhadap bentuk-bentuk bullying yang kerap terjadi dalam keseharian. 
Ringkasan Berita:
  • Kadang dilakukan sambil bercanda, tapi bagi yang menerima, itu bisa menjadi luka yang sangat dalam
  • Ia menekankan bahwa banyak korban memilih diam karena rasa takut atau malu. Padahal, dampak bullying dapat memengaruhi kepercayaan diri, prestasi belajar, hingga masa depan korban.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah terus dilakukan Polres Sekadau

Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), pesan anti-bullying disampaikan langsung kepada pelajar saat upacara bendera di SMAN 1 Sekadau Hilir, Senin 26 Januari 2026.

Ps. Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Sekadau, Aipda Mawardi, bertindak sebagai inspektur upacara dan mengajak siswa untuk lebih peka terhadap bentuk-bentuk bullying yang kerap terjadi dalam keseharian.

Menurut Mawardi, perundungan tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Ejekan, julukan merendahkan, pengucilan, hingga komentar menyakitkan di media sosial juga termasuk bullying dan kerap dianggap sebagai candaan.

“Kadang dilakukan sambil bercanda, tapi bagi yang menerima, itu bisa menjadi luka yang sangat dalam,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa banyak korban memilih diam karena rasa takut atau malu. Padahal, dampak bullying dapat memengaruhi kepercayaan diri, prestasi belajar, hingga masa depan korban.

Baca juga: Dari Anti-Bullying hingga Adiwiyata, SMAN 7 Pontianak Mantapkan Gerakan Budi Pekerti

Mawardi juga mengingatkan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan berkembang, bukan tempat untuk saling menjatuhkan.

Ia mengajak pelajar untuk tidak membiarkan perundungan terjadi di sekitar mereka serta berani melapor kepada guru atau pihak sekolah jika melihat atau mengalami bullying.

“Berhenti menyakiti dan mulai peduli. Karakter yang dibangun hari ini akan menentukan masa depan,” pungkasnya.


Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved