Ragam Contoh

Pengertian Umrah Secara Lengkap, Hukum, dan Syarat Wajib Saat Ibadah

Oleh karena itu, memahami pengertian, hukum, serta syarat wajib umrah menjadi hal mendasar yang perlu diketahui oleh umat Islam

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Kemenag Mempawah
UMROH- Secara bahasa, kata umrah bermakna kunjungan atau ziarah. Adapun secara istilah syariat, umrah didefinisikan sebagai perjalanan ibadah dengan mengunjungi Baitullah (Ka’bah) di Kota Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu, yaitu thawaf dan sa’i, serta diakhiri dengan tahallul, yang dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat waktu tertentu sebagaimana ibadah haji. 

Ringkasan Berita:
  • Meskipun pelaksanaannya tidak sekompleks ibadah haji, umrah tetap memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi setiap Muslim yang menunaikannya.
  • Karena kemiripannya dengan ibadah haji, banyak kalangan menyebut umrah sebagai haji kecil. Meskipun demikian, secara teknis dan waktu pelaksanaan, umrah tergolong lebih sederhana dibandingkan haji yang memiliki rangkaian ibadah lebih panjang dan waktu tertentu.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ibadah umrah merupakan salah satu bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. 

Meskipun pelaksanaannya tidak sekompleks ibadah haji, umrah tetap memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi setiap Muslim yang menunaikannya.

Oleh karena itu, memahami pengertian, hukum, serta syarat wajib umrah menjadi hal mendasar yang perlu diketahui oleh umat Islam sebelum melaksanakannya.

Secara bahasa, kata umrah bermakna kunjungan atau ziarah. Adapun secara istilah syariat, umrah didefinisikan sebagai perjalanan ibadah dengan mengunjungi Baitullah (Ka’bah) di Kota Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu, yaitu thawaf dan sa’i, serta diakhiri dengan tahallul, yang dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat waktu tertentu sebagaimana ibadah haji.

Dalam hukum Islam, umrah ditetapkan sebagai fardhu ‘ain, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim sekali dalam seumur hidup, selama memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Karena kemiripannya dengan ibadah haji, banyak kalangan menyebut umrah sebagai haji kecil. Meskipun demikian, secara teknis dan waktu pelaksanaan, umrah tergolong lebih sederhana dibandingkan haji yang memiliki rangkaian ibadah lebih panjang dan waktu tertentu.

Pada dasarnya, ketentuan dalam ibadah umrah hampir serupa dengan ibadah haji, baik dari segi rukun maupun syaratnya. Namun, perbedaannya terletak pada kesederhanaan prosesi dan fleksibilitas waktu pelaksanaan umrah yang dapat dilakukan sepanjang tahun.

Syarat Wajib Umrah

Sebagaimana ibadah haji, pelaksanaan umrah juga memiliki sejumlah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Muslim agar kewajiban tersebut berlaku atas dirinya. Adapun syarat-syarat wajib umrah antara lain sebagai berikut:

1. Beragama Islam
Umrah tidak diwajibkan bagi orang non-Muslim. Selama seseorang belum memeluk Islam, ia tidak dibebani kewajiban menjalankan ibadah umrah dan pelaksanaannya pun tidak dianggap sah, karena syarat utama sahnya ibadah adalah keimanan kepada Allah SWT.

2. Baligh
Anak-anak yang belum mencapai usia baligh tidak memiliki kewajiban untuk menunaikan umrah. Meskipun demikian, apabila seorang anak melaksanakan umrah, ibadah tersebut tetap sah, namun tidak menggugurkan kewajiban umrah yang akan berlaku setelah ia dewasa.

3. Berakal Sehat
Orang yang mengalami gangguan akal atau kehilangan kesadaran secara permanen tidak diwajibkan melaksanakan umrah. Hal ini dikarenakan ia tidak memiliki kemampuan untuk memahami dan menjalankan tuntutan syariat Islam dengan sempurna.

4. Merdeka
Dalam konteks sejarah Islam, seorang hamba sahaya tidak diwajibkan menunaikan umrah. Hal ini disebabkan umrah memerlukan waktu yang cukup lama, perjalanan jauh, serta kesiapan bekal dan sarana transportasi, yang dapat mengganggu kewajiban seorang hamba terhadap tuannya.

Dengan memahami pengertian, hukum, dan syarat wajib umrah secara menyeluruh, diharapkan umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik, baik secara fisik, mental, maupun spiritual sebelum melaksanakan ibadah yang mulia ini.

  • Rukun Umrah

Agar umrah yang kita laksanakan menjadi sah, kita harus melaksanakan rukunnya.

Rukun umrah adalah serangkaian kegiatan yang apabila salah satunya tidak dikerjakan, tidak sah dan tidak boleh digantikan dengan dam. Adapun rukun umrah adalah sebagai berikut.

Ihram

Berniat untuk melaksanakan umrah.

Tawaf
 Tawaf adalah mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali dimulai dari sudut Hajar Aswad dan berakhir di sudut Hajar Aswad pula serta Kabah berada di sebelah kiri orang bertawaf (berlawanan dari arah jarum jam).

Sai

Sa’i adalah berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah.

Tahalul

Tahalul adalah mencukur sekurang-kurangnya tiga helai rambut.

Tertib

Tertib, yaitu mendahulukan yang dahulu di antara rukun-rukun itu.

  • Wajib Umrah

Adapun wajib umrah adalah sebagai berikut.

Ihram dari miqat-nya

Miqat di dalam umrah ada dua macam, yaitu: miqat zamani (sepanjang tahun) dan miqat makani (sama dengan miqat haji)

Menjauhi segala larangan umrah yang jumlah dan bentuk larangannya sama dengan larangan haji. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved