Kenaikan Harga Plastik dan Foam Bebani UMKM, Pedagang Tahan Harga Jual

Ia mengaku belum berani menaikkan harga karena lokasi usahanya yang dekat dengan kampus, sehingga harus mempertimbangkan daya

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
PELAKU UMKM - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di stan Saprahan Khatulistiwa mulai merasakan dampak kenaikan harga bahan pendukung usaha. Salah satunya diungkapkan Sri Kusanti (42), pedagang Bakso dan Mie Ayam Mas Sulat, yang mengaku biaya operasional semakin meningkat, Senin 4 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Sri mengatakan, kenaikan harga kemasan seperti mangkuk berbahan foam dan sendok plastik cukup membebani pedagang.
  • Menurutnya, kondisi tersebut membuat pedagang berada dalam dilema, terutama terkait penyesuaian harga jual. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di stan Saprahan Khatulistiwa mulai merasakan dampak kenaikan harga bahan pendukung usaha. Salah satunya diungkapkan Sri Kusanti (42), pedagang Bakso dan Mie Ayam Mas Sulat, yang mengaku biaya operasional semakin meningkat, Senin 4 Mei 2026.

Sri mengatakan, kenaikan harga kemasan seperti mangkuk berbahan foam dan sendok plastik cukup membebani pedagang.

 "Saya sendiri menggunakan foam bowl sama plastik sendok untuk acara di luar. Terus dengan kenaikan harga ini, bagi pedagang itu sangat berat lah kayaknya," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Halaman Parkiran Mega Mall Jl. Ayani. 

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pedagang berada dalam dilema, terutama terkait penyesuaian harga jual. 

Update Harga Sembako Pontianak Mei 2026: Beras dan Tepung Mulai Naik, Bawang Putih Sentuh Rp38 Ribu

Ia mengaku belum berani menaikkan harga karena lokasi usahanya yang dekat dengan kampus, sehingga harus mempertimbangkan daya beli konsumen. 

"Kita mau naikkan harga, saya kan juga dekat kampus, mau naikkan harga belum memungkinkan," katanya.

Untuk menyiasati kondisi ini, Sri memilih menekan harga pokok produksi (HPP) meski berdampak pada margin keuntungan. 

"Jadi kita harus tekan HPP, kita yang sedikit untungnya gitu. Soalnya timbul itu kan dulu 15 ribu, sekarang 19,5 ribu," jelasnya.

Ia juga menyebutkan kenaikan serupa terjadi pada harga sendok plastik. 

"Sendok plastik yang dulu 1 pak itu 15 ribu, sekarang juga 19 ribu. Berat sih bagi kami UMKM. Untuk sekarang masih berjualan dengan harga tetap," tambahnya.

Meski demikian, Sri tidak menutup kemungkinan akan melakukan penyesuaian harga ke depan. 

"Tapi kita nanti ke depannya mungkin masih dalam proses pengen ini menaikkan sedikit gitu, biar menyesuaikan dengan harga kebutuhan bahan pokok," ungkapnya.

Sri juga mengkhawatirkan dampak kenaikan harga terhadap daya beli masyarakat. 

"Pastikan daya beli menurun kalau harganya naik kan. Harapnya ya semoga pemerintah bisa menstabilkan harga kembali seperti dulu," tuturnya.

Ia menegaskan, selama ini pihaknya berupaya menjaga harga tetap terjangkau bagi konsumen. 

"Kita menjual dengan harga yang ramah kepada masyarakat," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved