Kolaborasi Komunitas Tuli Lintas Negara Jadi Peluang Penguatan di Indonesia
Selain itu, rombongan juga berkesempatan mempelajari Bahasa Isyarat Malaysia secara langsung serta melihat fasilitas organisasi yang telah
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Ketua Maktab Tuli As-Sami, M. Fakhrul Maulana, mengatakan kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga khususnya dalam mempelajari model pemberdayaan komunitas tuli di luar negeri.
- Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemandirian komunitas tuli di Sarawak yang telah mengelola unit usaha sendiri, seperti layanan cuci mobil dan galeri produk kreatif.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SARAWAK - Kolaborasi lintas negara dinilai menjadi peluang penting dalam memperkuat pemberdayaan komunitas tuli di Indonesia khususnya di Pontianak.
Hal ini tercermin dari kunjungan Maktab Tuli As-Sami ke Sarawak Society for the Deaf di Kuching, Malaysia, beberapa waktu lalu yang membuka ruang kerja sama dalam berbagai program pengembangan komunitas.
Ketua Maktab Tuli As-Sami, M. Fakhrul Maulana, mengatakan kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga khususnya dalam mempelajari model pemberdayaan komunitas tuli di luar negeri.
“Ini pengalaman pertama saya bertemu langsung dengan komunitas tuli di negara mereka. Banyak hal yang bisa dipelajari, dan ini menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang bermanfaat bagi komunitas tuli di kedua negara,” katanya, Minggu 29 Maret 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai hal, mulai dari kondisi komunitas pekak, pemenuhan hak disabilitas, hingga pertukaran budaya dan bahasa isyarat.
• CFD Kembali Digelar Usai Lebaran, Warga Mulai Ramaikan Aktivitas Olahraga
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemandirian komunitas tuli di Sarawak yang telah mengelola unit usaha sendiri, seperti layanan cuci mobil dan galeri produk kreatif.
Selain itu, rombongan juga berkesempatan mempelajari Bahasa Isyarat Malaysia secara langsung serta melihat fasilitas organisasi yang telah memiliki gedung mandiri.
General Manager Sarawak Society for the Deaf, Ernest Ting, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kolaborasi dapat terus berlanjut.
“Saya sangat senang bisa bertemu dengan mereka yang dapat berbahasa isyarat. Komunikasi berjalan lancar, dan saya berharap kerja sama ini dapat berlanjut,” ujarnya.
Ke depan, kerja sama ini berpotensi dikembangkan dalam bentuk pelatihan, edukasi, hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas tuli.
Kolaborasi internasional ini juga dinilai dapat menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian serta memperluas akses bagi komunitas tuli, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Komunitas Tuli
Lintas Negara
Sarawak
Malaysia
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Minggu 29 Maret 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Pontianak
| Dinkes Kalbar Kick Off Cek Kesehatan Gratis ASN, Partisipasi Capai 98 Persen |
|
|---|
| Serah Terima Jabatan Bapas Sintang, Muhammad Nasir Siap Lanjutkan Estafet Kepemimpinan |
|
|---|
| Diduga Keracunan MBG, Enam Siswa SD di Sungai Ambawang Dilarikan ke Rumah Sakit |
|
|---|
| Bulog Singkawang Pastikan Stok 4.200 Ton, Ketahanan Pangan Aman |
|
|---|
| Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah, Warga dan Forkopimcam Embaloh Hilir Perbaiki Jalan Secara Swadaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Fakhrul-Maulana-2435rewf.jpg)