Meriam Karbit Pontianak Kian Dilirik sebagai Daya Tarik Wisata Unggulan

Selain itu, pengembangan tradisi meriam karbit juga dinilai mampu memperkuat daya tarik destinasi wisata sekaligus memperkaya khazanah

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri
MERIAM KARBIT - Rita Hastarita saat ikut bermain meriam karbit dan merasakan langsung sensasi “nyucol” meriam karbit bersama masyarakat di tepian Sungai Kapuas, Pontianak, Senin 16 Maret 2026 malam. 
Ringkasan Berita:
  • Menurut Rita, keberadaan meriam karbit tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. 
  • Selain itu, pengembangan tradisi meriam karbit juga dinilai mampu memperkuat daya tarik destinasi wisata sekaligus memperkaya khazanah budaya di Kota Pontianak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tradisi meriam karbit yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat kini terus berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Pontianak.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Rita Hastarita, mengatakan tradisi meriam karbit merupakan satu-satunya yang ada di Kalimantan Barat, bahkan berpotensi menjadi tradisi unik di Indonesia.

“Tradisi ini kini telah berkembang menjadi destinasi wisata, khususnya di Kota Pontianak. Bahkan, bisa jadi ini satu-satunya di Kalimantan Barat, bahkan di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Rita, keberadaan meriam karbit tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. 

Kapolresta Pontianak Hadiri Dialog Kemasyarakatan dan Buka Puasa Bersama LPM Kota Pontianak

Tradisi ini dinilai mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Jika dikemas dengan baik, tentu meriam karbit dapat menjadi incaran para wisatawan. Karena tradisi ini memiliki keunikan tersendiri dan tidak dimiliki daerah lain,” jelasnya.

Selain itu, pengembangan tradisi meriam karbit juga dinilai mampu memperkuat daya tarik destinasi wisata sekaligus memperkaya khazanah budaya di Kota Pontianak.

Rita optimistis, dengan pengelolaan yang tepat, tradisi ini akan semakin dikenal luas dan menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang langsung menyaksikan atraksi tersebut di tepian Sungai Kapuas.

Hal itu disampaikannya usai ikut bermain meriam karbit dan merasakan langsung sensasi “nyucol” meriam karbit bersama masyarakat di tepian Sungai Kapuas, Pontianak, Senin 16 Maret 2026 malam. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved