Anggota DPRD Zulfydar Ingatkan Pengawasan Higienitas Makanan pada MBG
Zulfydar Zaidar Mochtar mengingatkan pelaksana Program Makan Bergizi Gratis untuk memperketat pengawasan terhadap higienitas makanan.
Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Hal tersebut disampaikannya menyusul penghentian sementara operasional dua dapur penyedia MBG di Kalimantan Barat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) RI, yakni di Kabupaten Kubu Raya dan Kayong Utara.
- Ia mengatakan, secara teknis pelaksanaan program tersebut telah dipercayakan kepada pihak terkait.
- Namun menurutnya pengawasan terhadap kualitas makanan tetap perlu diperhatikan agar sesuai dengan tujuan program.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Anggota DPRD Kalimantan Barat, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zulfydar Zaidar Mochtar mengingatkan pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperketat pengawasan terhadap higienitas makanan yang diberikan kepada masyarakat khususnya siswa sekolah.
Hal tersebut disampaikannya menyusul penghentian sementara operasional dua dapur penyedia MBG di Kalimantan Barat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) RI, yakni di Kabupaten Kubu Raya dan Kayong Utara.
“Memang sudah kita mulai kejadian-kejadian di Kalimantan Barat, kita sudah ingatkan kepada operator atau pelaksanaan daripada BGN Kalimantan Barat untuk lakukan pemantauan atau melakukan mengontrol terhadap higienis terhadap barang-barang atau makanan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat, terutama anak-anak sekolah pada saat itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu 4 Maret 2026.
Ia mengatakan, secara teknis pelaksanaan program tersebut telah dipercayakan kepada pihak terkait. Namun menurutnya pengawasan terhadap kualitas makanan tetap perlu diperhatikan agar sesuai dengan tujuan program.
“Secara teknis tentu kita sudah percaya soal teknisnya, cuman memang kalau kita boleh urai pelaksanaan-pelaksanaan demikian itu tentu kontrol tidak hanya bagian daripada penyesuaian makanan yang dimakan, MBG itu sendiri, tetapi kualitas itu sendiri dengan mungkin saja jumlah pekerja lebih banyak agar rasa daripada barang yang dikerjakan, barang yang dimakan pada waktunya untuk dimakan sesuai yang diharapkan,” katanya.
Baca juga: PBB Disorot, Pemkot Pontianak Tegaskan Komitmen Perbaikan Data
Ia juga menyinggung adanya perhatian dari masyarakat termasuk mahasiswa terkait kualitas makanan dalam program MBG.
“Tetapi beberapa waktu ini juga telah terjadi namanya demo dari masyarakat, terutama mahasiswa tentang mengingatkan MBG itu sendiri, karena MBG sangat diperlukan orang yang membutuhkan tentunya dan bagaimana ia menjadi disuarakan mahasiswa adalah terhadap kualitas makanan di kusumsi itu sendiri karena makanan bergizi, karena Kalimantan bergizi kan harus berkualitas kan bergizi gratis artinya sesuai dengan menu yang diarahkan oleh tim dari kepala BGN itu sendiri, Badan Gizi Nasional itu sendiri untuk dapat dikusumsi oleh masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, program MBG sangat penting bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan, karena memberikan akses terhadap makanan bergizi secara lebih merata.
Zulfydar menilai masyarakat Kalbar tentu menyambut baik program makanan bergizi gratis tersebut karena program itu memungkinkan masyarakat dengan keterbatasan ekonomi juga dapat memperoleh makanan yang baik tidak hanya masyarakat yang memiliki kemampuan finansial.
Ia menambahkan, konsumsi makanan yang baik dapat berdampak pada kesehatan serta memengaruhi pola pikir dan kecerdasan anak-anak. Menurutnya, dengan mengonsumsi makanan yang baik maka akan berpengaruh pada kesehatan yang lebih baik, menghasilkan pola pikir yang baik, serta membantu meningkatkan kecerdasan anak-anak.
Ia mengungkapkan, hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Terkait penghentian sementara operasional dapur MBG, ia menyerahkan penilaiannya kepada Badan Gizi Nasional.
“Nah dengan demikian terhadap permasalahan ini tentu harus dimanjadi perhatian kepala BGN Kalimantan Barat. Dan terhadap kegiatan yang menghentikan sementara operasional tentu kami serahkan kepada penilaian dari BGN Kalimantan Barat sendiri karena disitulah memang persoalan yang harus dilakukan,” tuturnya.
Ia berharap mekanisme evaluasi melalui sistem penghargaan dan sanksi dapat diterapkan agar persoalan serupa tidak terulang kembali.
“Dan nanti kami lebih percaya tentang reward and punishment itu sendiri. Dengan demikian tentu kita harapkan seluruh kegiatan BGN di Kalimantan Barat tidak ada persoalan lagi, dan bisa menjadi pemantuan kita bersama,” harapnya.
Zulfydar juga berharap penghentian sementara tersebut tidak berdampak lama terhadap masyarakat yang membutuhkan program MBG. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Profil Kabupaten Sanggau: Luas Wilayah, Batas Daerah, dan Daftar 15 Kecamatan |
|
|---|
| Pemkab Sambas Gelar Orientasi 305 PPPK, Penguatan Etika ASN untuk Pelayanan Masyarakat |
|
|---|
| Luncurkan Aplikasi Data Keimigrasian, Wako Singkawang Harap Cegah Data Palsu dan Kawin Kontrak |
|
|---|
| Wako Tjhai Chui Mie Hadiri Sosialisasi Aplikasi Data Keimigrasian dan Perkawinan Campur |
|
|---|
| MPW PP Kalbar Perkuat Struktur Internal, Segera Gelar Rakor dan Konsolidasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Zulfydar-Zaidar-Mochtar-meng.jpg)