Lewat Bahasa Isyarat, 20 Anak Mengaji di Maktab Tuli As Sami Pontianak
Kemudian ada juga belajar hadis, adat-adat seperti rukun iman, rukun Islam. Terus hadis-hadis yang simple, hadis dasar tentang mengaji
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Guru ngaji, Aini, mengatakan para murid tidak hanya belajar dasar membaca huruf hijaiyah tetapi juga sudah ada yang mulai membaca Al-Qur’an.
- Kemudian ada juga belajar hadis, adat-adat seperti rukun iman, rukun Islam. Terus hadis-hadis yang simple, hadis dasar tentang mengaji, puasa, dan lain sebagainya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Suasana belajar di Maktab Tuli As Sami Pontianak tampak berbeda dari kelas mengaji pada umumnya.
Tak terdengar lantunan ayat yang dibaca keras namun gerakan tangan para murid terlihat aktif mengikuti arahan guru.
Dengan bahasa isyarat, anak-anak tuli di tempat ini belajar membaca Iqro hingga Al-Qur’an.
Guru ngaji, Aini, mengatakan para murid tidak hanya belajar dasar membaca huruf hijaiyah tetapi juga sudah ada yang mulai membaca Al-Qur’an.
“Selain belajar Iqro, ada yang sudah belajar Al-Qur’an juga,” ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.
Tak hanya itu, materi yang diberikan juga mencakup hadis serta dasar-dasar ajaran Islam.
“Kemudian ada juga belajar hadis, adat-adat seperti rukun iman, rukun Islam. Terus hadis-hadis yang simple, hadis dasar tentang mengaji, puasa, dan lain sebagainya,” jelasnya.
• Festival Budaya Cap Go Meh 2026 Singkawang Meriah, Harmoni Keberagaman di Kota Seribu Kelenteng
Secara keseluruhan, jumlah murid yang terdaftar di Maktab Tuli As Sami sekitar 20 orang.
Namun dalam setiap pertemuan tidak semuanya hadir.
Aini menyebutkan, biasanya anak-anak yang datang berkisar belasan orang sekitar 11 hingga 12 murid.
Rentang usia murid mulai dari 7 hingga 17 tahun dan mayoritas adalah perempuan.
“Kalau laki-laki mungkin sekitar enam atau tujuh orang kalau masuk semua,” ungkapnya.
Sebagian besar murid berasal dari Pontianak dan wilayah sekitar.
“Murid itu aslinya Pontianak, cuma ada yang dari daerah dekat sini. Ada yang dari Paris, ada yang dari Siantan. Mereka datang ke sini untuk belajar ngaji,” katanya.
Aini menuturkan, dirinya bersama rekan-rekan sebelumnya belajar mengenai Al-Qur’an isyarat di IAIN Pontianak.
Dari situ muncul keinginan untuk mengimplementasikan ilmu tersebut agar anak-anak juga bisa mengaji menggunakan Al-Qur’an isyarat.
“Kami ingin anak-anak juga bisa mengaji menggunakan Al-Qur’an isyarat. Kalau saya sendiri mungkin tidak bisa. Karena bantuan dari kawan-kawan juga. Jadi memang niatnya ingin syiar dakwah tentang agama, mungkin itu yang membuat kami bertahan sampai sekarang,” tuturnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
pelatihan bahasa isyarat
Bahasa Isyarat adalah
bahasa isyarat
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Selasa 3 Maret 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Pontianak
| Polresta Pontianak Ikuti Zoom Meeting Latpraops Pekat Kapuas 2026 |
|
|---|
| Glorifikasi Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026, Kalbar Dorong Perlindungan KI di Sektor Olahraga |
|
|---|
| Asmo Kalbar Gelar Edukasi Safety Riding di SMKN 7 Pontianak, Ciptakan Budaya Berkendara Santun |
|
|---|
| Daftar Lengkap Penukaran Uang di Ketapang, Alternatif Selain Money Changer |
|
|---|
| 6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Pemotor Meninggal Usai Ditabrak Truk Misterius di Pontianak Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/BELAJAR-NGAJI2345w3er.jpg)