Keselamatan Diutamakan, Konsekuensinya Jembatan Kapuas I Dipadati Kendaraan

Keluhan masyarakat terkait tidak beroperasinya kapal ferry penyeberangan berdampak pada meningkatnya kemacetan di kawasan Jembatan Kapuas

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
BERIKAN KETERANGAN - Keluhan masyarakat terkait tidak beroperasinya kapal ferry penyeberangan berdampak pada meningkatnya kemacetan di kawasan Jembatan Kapuas I, terutama saat arus kendaraan kian padat di bulan Ramadan. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, membenarkan bahwa penghentian sementara operasional ferry dilakukan demi alasan keselamatan, Sabtu 21 Februari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Edi Rusdi Kamtono, membenarkan bahwa penghentian sementara operasional ferry dilakukan demi alasan keselamatan.
  • Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih menunggu proses perbaikan dermaga hingga tuntas sebelum ferry kembali dioperasikan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Keluhan masyarakat terkait tidak beroperasinya kapal ferry penyeberangan berdampak pada meningkatnya kemacetan di kawasan Jembatan Kapuas I, terutama saat arus kendaraan kian padat di bulan Ramadan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, membenarkan bahwa penghentian sementara operasional ferry dilakukan demi alasan keselamatan.

"Betul, kita mengutamakan keselamatan. Kemarin kan rusak dermaganya itu, kalau kita paksakan akan berdampak terhadap kecelakaan nantinya," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Sabtu 21 Februari 2026.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih menunggu proses perbaikan dermaga hingga tuntas sebelum ferry kembali dioperasikan.

Menurutnya, kondisi tersebut memang berdampak terhadap arus lalu lintas, khususnya di Jembatan Kapuas I yang menjadi jalur utama penghubung.

"Jadi kita menunggu perbaikan sampai selesai. Memang ini akan berdampak terhadap lalu lintas terutama di Jembatan Kapuas I," jelasnya.

Baca juga: Tiga Bulan Terakhir, Tria Nikmati Sore dengan Bersepeda di Pontianak

Edi menambahkan, bagi masyarakat yang tidak menggunakan kendaraan roda empat, masih dapat memanfaatkan jasa penyeberangan motor air. Namun bagi pengendara kendaraan, ia meminta masyarakat untuk bersabar hingga perbaikan dermaga rampung.

"Ya kalau yang tidak menggunakan kendaraan, bisa menggunakan motor air. Tapi kalau yang menggunakan kendaraan, mau tidak mau tetap harus bersabar," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved