Majelis Taklim Shalawat Kalbar Terbantu Program Easy Passport Komisi 13 DPR RI dan Imigrasi
Majelis Taklim Shalawat Kalbar terbantu program Easy Passport yang cepat dan mudah. Simak manfaat dan proses lengkapnya, klik untuk baca selengkapnya!
Ringkasan Berita:
- Rombongan Majelis Taklim Shalawat Kalbar yang akan melaksanakan safari dakwah ke Kuching, Malaysia, mengaku sangat terbantu dengan layanan Easy Passport yang disediakan Kantor Imigrasi.
- Melalui layanan easy passport, seluruh proses dapat diselesaikan dalam empat hari kerja.
- Bahkan, ketidaksengajaan bertemu langsung dengan anggota DPR RI, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, membuat proses semakin cepat karena adanya asistensi langsung dari pihak legislatif.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Majelis Taklim Shalawat Kalbar terbantu program Easy Passport yang diinisiasi Komisi 13 DPR RI bersama Kantor Imigrasi Pontianak dalam pengurusan paspor massal menjelang keberangkatan safari dakwah ke Kuching, Malaysia.
Kemudahan ini dirasakan langsung jamaah yang memproses dokumen perjalanan secara kolektif.
Program Easy Passport terbukti mempercepat layanan dan memangkas waktu tunggu.
Ketua rombongan menyebut pelayanan berlangsung lancar dan efisien.
Kehadiran anggota Komisi 13 DPR RI Franciscus Maria Agustinus Sibarani ikut mendorong optimalisasi pelayanan.
Layanan berbasis komunitas ini dinilai sangat membantu masyarakat daerah.
Dukungan penuh imigrasi membuat proses semakin cepat.
• Antusias Tinggi, Program Immigration Goes to Church Lampaui Kuota Pendaftar
Kemudahan Layanan Keimigrasian bagi Komunitas Keagamaan
Rombongan Majelis Taklim Shalawat Kalbar yang akan melaksanakan safari dakwah ke Kuching, Malaysia, mengaku sangat terbantu dengan layanan Easy Passport yang disediakan Kantor Imigrasi.
Ketua rombongan, Hj. Maesum Sulaiman, menjelaskan bahwa keberangkatan tersebut melibatkan 45 peserta.
Sebagian anggota kelompok telah memiliki paspor dari perjalanan umrah dan haji sebelumnya, namun sekitar 20 orang baru pertama kali melakukan pembuatan paspor.
Melalui layanan easy passport, seluruh proses dapat diselesaikan dalam empat hari kerja.
Ia mengungkapkan bahwa pelayanan imigrasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Bahkan, ketidaksengajaan bertemu langsung dengan anggota DPR RI, Franciscus Maria Agustinus Sibarani, membuat proses semakin cepat karena adanya asistensi langsung dari pihak legislatif.
Menurutnya, ini menjadi pengalaman yang menggembirakan bagi para jamaah.
Maesum berharap layanan seperti ini tidak hanya diberikan pada kelompok tertentu, tetapi juga dapat diakses lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak.
Ia menekankan pentingnya pemerataan pelayanan tanpa diskriminasi agar masyarakat dapat merasakan kemudahan serupa.
Komisi 13 DPR RI Apresiasi Peningkatan Layanan Imigrasi Pontianak
Franciscus Maria Agustinus Sibarani, anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Golkar, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak.
Dalam kunjungannya, ia menilai pelayanan keimigrasian di Pontianak telah berkembang signifikan dan menerapkan pola kerja proaktif, salah satunya melalui program jemput bola.
Menurut Franciscus, Kantor Imigrasi Pontianak tidak hanya melayani pada jam kerja reguler, tetapi juga membuka layanan pada hari Sabtu.
Hal ini menunjukkan komitmen pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menyoroti bahwa permintaan paspor semakin meningkat seiring mobilitas masyarakat Kalimantan Barat yang kerap melakukan perjalanan ke Malaysia dan negara terdekat lainnya.
Salah satu contoh penerima manfaat layanan tersebut adalah rombongan Majelis Taklim Dalai Kairot dari Sungai Ambawang, yang sedang mempersiapkan perjalanan budaya dan keagamaan ke luar negeri.
Franciscus menilai bahwa layanan imigrasi berbasis komunitas seperti ini menjadi solusi efektif bagi kelompok besar yang membutuhkan pengurusan paspor secara serentak.
• Tanjak Tanpa Beranjak Inovasi Imigrasi Pontianak Mudahkan Warga Urus Paspor
Aspirasi Masyarakat Kubu Raya Terkait Layanan Paspor Massal
Franciscus menjelaskan bahwa dirinya menerima aspirasi masyarakat Kubu Raya mengenai kebutuhan layanan paspor untuk kelompok besar secara kolektif.
Setelah berkoordinasi dengan pihak imigrasi, program tersebut berhasil terealisasi hanya dalam waktu sekitar dua minggu.
Ia menilai ini sebagai bukti pelayanan publik yang adaptif dan cepat merespons kebutuhan warga.
Ia juga menyoroti lokasi Kantor Imigrasi Pontianak yang cukup strategis di pusat kota, sehingga mudah diakses.
Namun, untuk komunitas beranggotakan 20–40 orang, ia mendorong agar pola jemput bola dapat diperluas.
Menurutnya, layanan luar kantor dapat dilaksanakan pada hari libur untuk mengurangi biaya dan waktu yang harus dikeluarkan masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi publik mengenai aturan dan cara pengurusan paspor.
Banyak warga Kalbar yang rutin bepergian ke luar negeri, termasuk ke Kuching untuk kegiatan keagamaan, sosial, dan perdagangan.
Oleh karena itu, komunikasi publik harus ditingkatkan agar masyarakat memahami prosedur dan manfaat kepemilikan paspor.
Imigrasi Pontianak Perkuat Layanan Easy Passport untuk Komunitas
Kunjungan Komisi XIII DPR RI diterima oleh jajaran Kantor Imigrasi Pontianak, termasuk Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Yusuf.
Ia menjelaskan bahwa Komisi 13 memiliki fungsi pengawasan terkait kementerian yang membidangi layanan keimigrasian dan pemasyarakatan.
Yusuf memaparkan bahwa Kantor Imigrasi Pontianak kini menyediakan berbagai layanan, seperti Easy Passport, program kulminasi, hingga pembuatan paspor reguler melalui aplikasi e-passport.
Dari sejumlah layanan tersebut, Easy Passport menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat, terutama untuk pengurusan paspor berbasis komunitas.
Saat ini, jamaah pengajian dari Kalbar yang hendak mengikuti kegiatan keagamaan di Malaysia menjadi salah satu kelompok yang diproses melalui layanan tersebut.
Namun, imigrasi juga membuka layanan bagi komunitas lainnya, tidak terbatas pada kelompok religius.
Mekanisme Pengajuan dan Kendala Umum dalam Program Easy Passport
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan bahwa mekanisme Easy Passport memiliki perbedaan dari pendaftaran paspor reguler.
Komunitas harus mengajukan surat resmi yang mencantumkan daftar nama dan persyaratan dokumen seluruh pemohon.
Setelah itu, imigrasi akan menentukan jadwal pelayanan menyesuaikan kapasitas tempat dan waktu.
Pelayanan Easy Passport biasanya berlangsung pada hari libur agar proses dapat berjalan lebih optimal.
Program ini minimal diikuti 30–40 peserta. Menurut Yusuf, kendala yang paling sering ditemui adalah ketidaksesuaian data antara KTP, akta kelahiran, dan buku nikah.
Meski demikian, pihak imigrasi dapat membantu memperbaiki data hingga dinyatakan valid untuk penerbitan paspor.
Yusuf menegaskan bahwa seluruh proses dapat diselesaikan selama data telah diseragamkan.
Hingga kini, layanan Easy Passport dinilai berjalan baik dengan sekitar 40 kegiatan yang telah dilakukan sepanjang tahun.
Pelaksanaan lebih sering dilakukan di kantor karena mempertimbangkan ketersediaan jaringan internet serta fasilitas pendukung lainnya.
• Franciscus Sibarani Pimpin Kunker Komisi XIII DPR RI di Kalbar, Dorong Transformasi Pemasyarakatan
Easy Passport Dinilai Efektif Mendukung Mobilitas Masyarakat
Program Easy Passport memberikan dampak signifikan dalam mempercepat layanan keimigrasian, terutama bagi komunitas besar.
Bagi Majelis Taklim Shalawat Kalbar, layanan ini tidak hanya mempermudah administrasi, tetapi juga menyediakan pengalaman yang lebih efisien dan terarah.
Para jamaah dapat berfokus pada persiapan kegiatan dakwah tanpa harus terhambat urusan teknis.
Di sisi lain, kolaborasi antara Komisi 13 DPR RI dan Kantor Imigrasi Pontianak memperlihatkan sinergi positif dalam pelayanan publik.
Upaya jemput bola, peningkatan kapasitas layanan, serta pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat dianggap mampu mendukung mobilitas warga, khususnya yang kerap melakukan perjalanan lintas negara.
Dengan semakin meningkatnya aktivitas internasional masyarakat Kalbar, program seperti Easy Passport diharapkan terus dikembangkan dan diperluas cakupannya agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
(*/)
* Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
* Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
majelis taklim shalawat kalbar
program easy passport
komisi 13 dpr ri
Imigrasi Pontianak
layanan paspor komunitas
pembuatan paspor 2025
easy passport kalbar
layanan jemput bola imigrasi
safari dakwah malaysia
paspor rombongan kalbar
| Franciscus Sibarani Dorong Penguatan Pengawasan Imigrasi di Perbatasan Kalimantan Utara |
|
|---|
| Franciscus Sibarani Apresiasi Kinerja Imigrasi Tangerang, Tekankan Penguatan Pengawasan WNA |
|
|---|
| Radikalisme Mengintai Usia Sekolah, Komisi XIII DPR RI Dorong Pencegahan Dini |
|
|---|
| Franciscus Sibarani Apresiasi Kebijakan Kantor Imigrasi Pasca Kerusuhan WNA Di Ketapang |
|
|---|
| Sam Fernando Sebut Layanan Paspor Jemput Bola Bentuk Pelayanan Nyata bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Majelis-Taklim-Shalawat-Kalbar-Terbantu-Program-Easy-Passport-Komisi-13-DPR-RI-dan-Imigrasi.jpg)