Sebagai Kota Transit, Pontianak Kerap Jadi Persinggahan Migran Ilegal

Tim Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Pontianak untuk membahas masalah tindak pidana perdagangan orang

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
PEKERJA MIGRAN - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut kota ini memiliki posisi strategis yang menjadikannya lokasi transit berbagai mobilitas pekerja migran, Kamis 27 November 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut kota ini memiliki posisi strategis yang menjadikannya lokasi transit berbagai mobilitas pekerja migran, Kamis 27 November 2025.
  • Edi mengatakan kondisi ini kerap memunculkan permasalahan, terutama bagi pekerja migran ilegal yang dipulangkan melalui jalur darat dan berakhir terlantar di Pontianak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tim Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Pontianak untuk membahas masalah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan pekerja migran. 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut kota ini memiliki posisi strategis yang menjadikannya lokasi transit berbagai mobilitas pekerja migran, Kamis 27 November 2025.

"Kita diskusi bahwa Kota Pontianak ini sebagai kota, umumnya sebagai kota transit karena di sini ada pelabuhan sungai, ada pelabuhan udara, dan transit baik yang pergi ke negara tetangga, Malaysia, maupun yang pulang," ujar Edi kepada tribunpontianak.co.id.

Edi mengatakan kondisi ini kerap memunculkan permasalahan, terutama bagi pekerja migran ilegal yang dipulangkan melalui jalur darat dan berakhir terlantar di Pontianak.

"Tentu kita ada permasalahan terhadap mereka-mereka, terutama yang ilegal, yang lari maupun dipaksa pulang melalui perbatasan darat, sehingga di sini terlantar, ada yang sakit, ada yang gangguan jiwa, karena proses di negara tetangga terjadi kekerasan fisik dan lain sebagainya,"  jelasnya.

Baca juga: Etika ASN Disorot Usai Rekaman CCTV Beredar, Wali Kota Pontianak Beri Peringatan

Selain itu, ia juga menyampaikan adanya penguatan kerja sama antara Indonesia dan negara sahabat terkait peningkatan keterampilan dan kemampuan komunikasi pekerja migran.

"Tadi disampaikan juga ada peningkatan peningkatan skill maupun komunikasi berupa bahasa, bahasa Mandarin, bahasa Arab, misalnya bahasa Inggris dan lain sebagainya. Ini akan kita tindak lanjutin lebih lanjut,” tambahnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved