Gelombang Hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi, BMKG Imbau Warga Pesisir Kalbar Waspada

BMKG Maritim Pontianak memperingatkan adanya peningkatan risiko cuaca ekstrem di perairan Kalimantan Barat dalam beberapa hari ke depan. 

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tri Pandito Wibowo
GELOMBANG TINGGI - Kondisi dari udara (drone) kapal nelayan bersandar, di Dermaga Pelabuhan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Senin, 24 November 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Prakirawan BMKG Maritim Pontianak, Carrin Avisha Tambunan, menjelaskan bahwa potensi hujan, angin kencang, serta gelombang tinggi diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah pesisir.
  • Carrin menuturkan, adapun gelombang kategori tinggi, 2,5 hingga 4 meter, berpotensi muncul di Perairan Sambas.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - BMKG Maritim Pontianak memperingatkan adanya peningkatan risiko cuaca ekstrem di perairan Kalimantan Barat dalam beberapa hari ke depan. 

Prakirawan BMKG Maritim Pontianak, Carrin Avisha Tambunan, menjelaskan bahwa potensi hujan, angin kencang, serta gelombang tinggi diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah pesisir.

"Gelombang kategori sedang, yakni 1,25 hingga 2,5 meter, diprakirakan terjadi di Perairan Sambas, Singkawang, Pontianak-Mempawah, dan Kubu Raya," ungkapnya kepada TribunPontianak.co.id, pada Selasa, 25 November 2025.

Carrin menuturkan, adapun gelombang kategori tinggi, 2,5 hingga 4 meter, berpotensi muncul di Perairan Sambas.

“Arah angin dominan bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 1 sampai 11 knot,” ujarnya.

Carrin juga memaparkan kondisi pasang surut di Kota Pontianak. Pasang maksimum diprediksi masih terjadi pada Rabu (26/11/2025) dengan ketinggian mencapai 1,7 meter pada pukul 11.00–12.00 WIB. 

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi dampak pasang maksimum, termasuk genangan di kawasan tepian sungai dan parit yang rentan saat hujan turun.

Baca juga: BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Kalbar Sepertiga Akhir November 2025

“Kami mengimbau masyarakat mewaspadai hujan yang disertai angin kencang karena dapat meningkatkan tinggi gelombang, khususnya di Perairan Sambas dan sekitarnya,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat diharapkan terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi kondisi maritim yang cepat berubah. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved