Solam Raya, Desa Unggulan Sintang Dibentuk oleh Warga Transmigran
Penampilan tarian kuda lumping dan reog menjadi persembahan utama yang ditampilkan oleh masyarakat Desa Solam Raya
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Madrosid
Solam Raya, Desa Unggulan Sintang Dibentuk oleh Warga Transmigran
SINTANG - Penampilan tarian kuda lumping dan reog menjadi persembahan utama yang ditampilkan oleh masyarakat Desa Solam Raya setiap kali memperingati hari ulang tahun desanya.
Tarian yang dipersembahkan oleh anak-anak itu memikat siapa saja yang menyaksikan.
Limpahan hasil bumi yang sudah diolah menjadi kue juga disajikan. Nasi tumpeng menjadi menjadi penanda syukur masyarakat Solam Raya hidup rukun bersama selama 37 tahun.
Nama Desa Solam Raya diambil dari dari dua dusun: Sokek dan Natai. Di dua dusun ini lah, masyarakat transmigrasi dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah ditempatkan pada 1982 silam.
Baca: Hadiri Tabligh Akbar BKMT di Desa Solam Raya, Ini Harapan Staf Ahli Bupati
Baca: Wabup Askiman Hadiri HUT ke-36 Desa Solam Raya, Peringatan Datangnya Transmigran Jawa
Baca: Pemkab Sintang Rangkul Petani Ikan Solam Raya
Selain warga transmigrasi, ada pula masyarakat dayak yang berbaur hidup berdampingan hingga sekarang.
“37 tahun lalu, kami warga transmigrasi di tempatkan di sini. Warga transmigrasi dari banyak daerah di Jawa Timur dan Tengah, juga Jawa Barat, ada juga penduduk setempat, masyarakat dayak,” kata Sarwiji, perintis desa transmigrasi yang kini dikenal dengan Desa Solam Raya.
Bupati Sintang, Jarot Winarno saat menghadiri HUT Desa Solam Raya menyebut, desa transmigrasi yang sudah berusia 37 tahun ini berbeda dari desa lainnya di Kabupaten Sintang.
“Desa ini termasuk desa ungulan bagi Kabupaten Sintang,” ungkapnya.
Jarot bahkan menyanjung, Solam Raya termasuk desa kesayangan. Berkat budidaya ikan air tawar, desa ini masuk ke dalam Program Pengembangan Ekonomi masyarakat (P2EMAS).
Bahkan, Pemkab Sintang berkinginan Solam Raya menjadi sentra pembibitan ikan air tawar.
“Solam raya termasuk desa kesanyangan,karena sudah ditunjuk menjadi desa program P2EMAS. Pemerintah bantu bibit ikan, supaya kehidupan masyarakat desa tidak ketergantungan dengan kebun sawit dan pada karet,” sebut Jarot.
Unggul dibidang pembibitan ikan yang sudah dikenal luas di masyarakat, menurut Jarot menjadi modal utama untuk membangun desa.
Jarot mengajak semua masyarakat Desa Solam Raya menumbuhkan rasa saling menghargai,saling menahan diri saling mengayomi sesama masyarakat dan menjadi desa maju,
“Kita harus kerja keras untuk bisa bersatu dalam memajukan desa, dengan cara membuat program program desa yang mampu membangun desa. Membangun bisa lewat kesenian, lewat budaya, maupun lewat olah raga,” pesan Jarot.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-sintang-jarot-winarno-mengabikan-pemain-reog-fcgvh.jpg)