DPRD Kalbar Harap Capaian Imunisasi Kalbar 95 Persen
Anggota DPRD Kalimantan Barat, Kadri menegaskan dampak virus rubella sangat berbahaya bagi masyarakat terutama ibu hamil dan janin
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Anggota DPRD Kalimantan Barat, Kadri menegaskan dampak virus rubella sangat berbahaya bagi masyarakat terutama ibu hamil dan janin.
Ia mengimbau masyarakat tak ragu bawa anggota keluarga untuk imunisasi Measles Rubella (MR).
Khususnya umat musim, pasalnya sudah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penggunaan vaksin MR yang diperbolehkan atau hukumnya mubah atas dasar pertimbangan kedaruratan sampai ditemukan vaksin dengan kandungan halal.
“Fatwa MUI sudah ada dan clear. Ini bisa jadi rujukan bagi umat muslim,” ungkapnya, Rabu (17/10/2018).
Baca: Siapkan 200 Personil Untuk Pengamanan Tabligh Akbar UAS, Polres Ketapang Imbau Jaga Ketertiban
Kadri memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas yang berhasil mencapai target cakupan imunisasi MR sebesar 95 persen. Menurut dia, prestasi ini bisa menjadi semangat bagi pemerintah kabupaten/kota lain di Kalbar yang masih jauh capaiannya.
“Saya harap capaian imunisasi MR di Kalbar mencapai 95 persen bahkan lebih. Kabupaten/kota se-Kalbar harus berkomitmen agar Kalbar bebas rubella,” imbuhnya.
Ia menimpali kesuksesan target capaian imunisasi MR sekitar 95 persen perlu sinergitas dan kekompakan dari seluruh elemen pemerintah dan lapisan masyarakat.
“Kesamaan persepsi dan komitmen tinggi merupakan kunci kesuksesan mencaai target. Jadi tidak bisa sendiri-sendiri, semua harus terlibat sesuai peran masing-masing. Jadi bukan hanya Dinas Kesehatan saja. Semua pihak tentunya,” terangnya.
Kadri juga berharap komitmen dari seluruh kepala daerah untuk menggenjot capaian imunisasi MR di kabupaten/kota masing-masing. Tentunya, upaya yang dilakukan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) harus didukung seoptimal mungkin.
“Langkah percepatan mencapai target-target capaian tentu diperlukan. Imunisasi MR sebagai upaya mencegah dampak buruk bagi kesehatan terutama ibu hamil dan janinnya. Jangan sampai generasi kita nantinya tidak sehat,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kadri_20161015_212711.jpg)