Pernikahan Dini Sebabkan Banyak Anak Putus Sekolah di Landak
Bermacam upaya telah dilakukan pihaknya dari Dinas, dalam memotivasi anak-anak agar tidak putus sekolah.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Landak, Lambertus Benny mengatakan bahwa pihaknya terus berusaha agar tidak ada anak putus sekolah.
"Dari tahun ke tahun angka putus sekolah di Landak sudah relatif kecil. Jadi rata-rata penyebab anak putus sekolah itu banyak faktornya, tapi yang paling banyak akibat dari pernikahan dini," ujar Benny pada Minggu (22/10/2017).
(Baca: Anggota Komisi II DPRD Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Potensi Ikan Kapuas Hulu )
Bermacam upaya telah dilakukan pihaknya dari Dinas, dalam memotivasi anak-anak agar tidak putus sekolah.
"Kita juga terus berupaya, agar anak-anak di Landak tidak ada yang putus sekolah," terangnya.
Diakuinya, walau pun memang ada yang putus sekolah.
(Baca: Petani Karet Harap Presiden Naikan Harga Getah Karet )
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajak untuk mengikuti program paket yakni paket B atau Paket C.
"Kita anjurkan mereka ke arah sana," jelasnya.
Maka dari itu, saat ini yang paling diutamakan diterapkan kepada anak-anak adalah masalah pembentukan karakter.
"Fokus kita saat ini mengutamakan pendidikan karakter, baik untuk pribadinya mau pun dalam bangsa," tutupnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kabid-pembinaan-pendidikan-dasar-disdikbud-landak-lambertus-benny_20171022_203037.jpg)