Labfor Polda Kalbar Selidiki Penyebab Kebakaran Mobil di SPBU Semparuk
Selain memeriksa bangkai kendaraan yang terbakar, tim juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah fasilitas SPBU...
Penulis: Imam Maksum | Editor: Dhita Mutiasari
Ringkasan Berita:
- Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Kalimantan Barat melakukan pemeriksaan TKP dan pengambilan sampel barang bukti terkait kebakaran mobil Toyota Calya di SPBU 64.794.06 PT Miftah Rizqi Rahman, Dusun Simpuan, Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Sabtu (6/6/2026).
- Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang terjadi saat kendaraan sedang mengisi BBM.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Kalimantan Barat melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan pengambilan sampel barang bukti terkait kebakaran mobil yang terjadi di SPBU 64.794.06 PT Miftah Rizqi Rahman, Dusun Simpuan, Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Sabtu 6 Juni 2026.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran satu unit mobil Toyota Calya berwarna hitam yang terbakar saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU tersebut pada Kamis malam lalu.
• Soroti Kebakaran Mobil Usai Meledak di SPBU Semparuk, Pengamat Desak Investigasi Menyeluruh
Tim Labfor Turun Langsung ke Lokasi
Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 08.45 WIB dan dipimpin langsung oleh Kabid Labfor Polda Kalbar AKBP Admiral bersama personel Bidlabfor Polda Kalbar.
Kegiatan ini turut didampingi personel Unit Identifikasi Satreskrim Polres Sambas, anggota Polsek Semparuk, serta personel pengamanan yang disiagakan di lokasi.
Sebelum menuju TKP, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti briefing dan apel keberangkatan.
Fokus Pemeriksaan di Lokasi Kebakaran
Selain memeriksa bangkai kendaraan yang terbakar, tim juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah fasilitas SPBU yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Objek yang diperiksa meliputi:
Mobil Toyota Calya yang terbakar.
Display dispenser Pertalite.
Sensor pengisian BBM.
Area sekitar titik awal kebakaran.
Wawancara Saksi dan Olah TKP
Setibanya di lokasi, petugas melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari wawancara terhadap pengemudi kendaraan dan sejumlah saksi dari pihak SPBU, pengumpulan bahan keterangan, hingga olah TKP secara menyeluruh.
Ambil Sampel Barang Bukti untuk Uji Laboratorium
Tim Labfor juga mengambil sejumlah sampel barang bukti dari sisa-sisa kebakaran untuk dilakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium.
Langkah tersebut bertujuan untuk mengetahui faktor utama penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur teknis maupun faktor lain yang memerlukan analisis ilmiah melalui pemeriksaan forensik.
Titik Awal Api Berhasil Diidentifikasi
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, petugas berhasil mengidentifikasi titik awal munculnya api serta mengamankan sejumlah sampel barang bukti dari lokasi kebakaran.
Selain itu, tim juga menghimpun berbagai informasi penting dari keterangan pengemudi kendaraan dan para saksi yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.
Seluruh temuan tersebut akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut oleh Laboratorium Forensik Polda Kalbar.
Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Forensik
Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan pemeriksaan forensik dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran secara objektif dan ilmiah.
Ia menegaskan, Polres Sambas bersama Bidlabfor Polda Kalbar akan terus mendalami hasil pemeriksaan yang telah dilakukan guna memperoleh kesimpulan yang akurat terkait penyebab kebakaran tersebut.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Seluruh proses dilakukan secara profesional dan berdasarkan kajian ilmiah," ujarnya.
Kegiatan pemeriksaan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif.
Kronologi Kebakaran Mobil di SPBU Simpuan
Sebuah minibus hangus terbakar saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpuan, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis 4 Juni 2026 malam.
Penyebab minibus warna hitam itu kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.
Sementara kondisi minibus hangus dan fasilitas SPBU Simpuan berupa mesin nozel rusak karena ikut terbakar.
Diketahui kebakaran minibus terjadi di SPBU 64.794.06 PT. Miftah Rizqi Rahman Dusun Simpuan Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas.
Saksi peristiwa tersebut, Purwanto, warga setempat mengatakan, kronologi singkat peristiwa kebakaran mobil di SPBU Simpuan terjadi sekitar pukul 20.00 ketika sebuah minibus mengisi BBM.
"Kejadian sekitar pukul 20.00 wib di SPBU Dusun Simpuan, Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk, terjadi kebakaran 1 unit mobil Toyota Calya KB 1706 PH," ungkapnya.
Purwanto mengatakan, minibus tersebut dikendarai seorang laki-laki saat sedang mengisi BBM namun tiba-tiba terdengar suara ledakan.
"Mobil yang dikendarai oleh PP pada saat sedang mengisi bahan bakar minyak jenis Pertalite pada nozel 2, saat sedang mengisi tiba-tiba terdengar suara ledakan dari dalam kendaraan," katanya.
Dia mengungkapkan, sontak sang sopir keluar dari dalam mobil untuk menyelamatkan diri.
"Sesaat setelah ledakan supir yang sebelumnya berada dalam mobil, langsung keluar," ujarnya.
Dia menjelaskan, sejumlah saksi lalu berupaya memadamkan api menggunakan apar dan mendorong mobil tetapi api cepat membesar.
"Selanjutnya saksi bergegas memadamkan api menggunakan afar, lalu mencoba mendorong mobil namun tidak berhasil karena api semakin membesar," ujarnya.
Dia menambahkan, tidak lama kemudian sejumlah pemadam kebakaran dari Kecamatan Semparuk, Kecamatan Pemangkat dan Kecamatan Tebas berdatangan membantu memadamkan api.
"Kemudian api berhasil dipadamkan pada pukul 20.30 Wib. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, pengendara mobil Toyota Calya inisial PP dirawat di Puskesmas Tebas," katanya.(*)
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS
SPBUSemparuk
SPBUSimpuan
KebakaranMobil
Sambas
semparuk
LabforPoldaKalbar
poldakalbar
PolresSambas
InvestigasiKebakaran
TKPKebakaran
Pertalite
forensik
| Setiap Tahun Daratan Hilang 4 Meter, Warga Pesisir Sambas Hidup dalam Ketakutan |
|
|---|
| Daratan Hilang 4 Meter setiap Tahun, Warga Pesisir Sambas Minta Pemerintah Bangun Penahan Ombak |
|
|---|
| Danrem 121/ABW Pimpin Penanaman Mangrove dan Pelepasan Tukik di Perbatasan Temajuk |
|
|---|
| Abrasi Pantai Arung Parak Capai 20 Meter per Tahun, Sambas Minta Dukungan Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Dukung Anak Kurang Mampu, Pemerintah Siapkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Tim-Labfor-Ambil-Sampel0806.jpg)