Sintang Masih Ketergantungan Daging dan Telur Luar Daerah, Disbunnak Dorong Sawit-Sapi 'Matching'
Ia mendesak adanya kolaborasi nyata antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan kelompok peternak lokal sebagai solusi memperkuat
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Menurut Supriyanto, sektor peternakan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus mendapat perhatian serius.
- Saat ini, sebagian besar kebutuhan pangan asal ternak di Kabupaten Sintang, mulai dari daging sapi, daging ayam, telur hingga daging babi, masih dipasok dari luar daerah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ketergantungan Kabupaten Sintang terhadap pasokan pangan asal ternak dari luar daerah hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera dituntaskan.
Mulai dari daging sapi, ayam, babi, hingga komoditas telur, sebagian besar masih didatangkan dari luar Bumi Senentang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat.
Merespons tantangan tersebut, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sintang, Supriyanto, mendorong adanya terobosan besar.
Ia mendesak adanya kolaborasi nyata antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan kelompok peternak lokal sebagai solusi memperkuat ketahanan pangan daerah.
• Bupati Sintang Minta RSUD AM Djoen Lengkapi Fasilitas Poli, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan
"Dari 45 perusahaan perkebunan yang ada, tantangan kita ke depan memang ada di sektor peternakan. Saat ini kebutuhan daging sapi, ayam, telur, hingga babi masih banyak didatangkan dari luar daerah. Ini menjadi perhatian bersama yang harus kita carikan solusinya," ungkap Supriyanto kepada Tribunpontianak.co.id.
Targetkan Potensi Ribuan Ekor Sapi
Supriyanto menilai, ruang pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Sintang sebenarnya masih terbuka sangat lebar.
Sinergi antara dunia usaha dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mendongkrak populasi ternak secara bertahap.
Ia memberikan simulasi matematis yang konkret. Jika potensi dari puluhan perusahaan sawit yang beroperasi di Sintang mampu dioptimalkan melalui program kemitraan, dampaknya akan sangat masif.
Simulasi Kolaborasi Kemakmuran: > Jika 1 perusahaan sawit bermitra dengan 1 kelompok peternak dan mengembangkan minimal 100 ekor sapi, maka dengan total 45 perusahaan, Kabupaten Sintang bisa langsung mencatatkan pertumbuhan populasi hingga 4.500 ekor sapi.
"Kalau dikalikan dengan 45 perusahaan, hasilnya tentu luar biasa. Ini bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor peternakan kita," jelasnya optimis.
Sektor Perkebunan dan Peternakan Sangat Matching
Lebih lanjut, Supriyanto berharap manajemen perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak menutup diri dan mau membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi para peternak lokal di sekitar wilayah konsesi mereka.
Integrasi ini dinilai saling menguntungkan (win-win solution), di mana limbah perkebunan seperti pelepah sawit atau bungkil inti sawit bisa diolah menjadi pakan, sementara kotoran ternak bisa menjadi pupuk organik bagi tanaman sawit.
"Karena kebetulan ini Dinas Perkebunan dan Peternakan, saya rasa sangat matching. Peluangnya masih tinggi," terangnya.
Supriyanto berharap konsep integrasi sawit-sapi ini bisa segera terealisasi dalam waktu dekat demi memutus rantai ketergantungan pasokan pangan dari luar.
"Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa terwujud sehingga mampu meningkatkan produksi peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sintang," pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
Supriyanto
Disbunnak
Dinas Perkebunan dan Peternakan
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Kalbar
Kalimantan Barat
Sintang
| Perkuat Benteng Pertahanan Udara Perbatasan, Lanud Supadio Segera Bangun Satuan Baru di Kapuas Hulu |
|
|---|
| Daftar 6 Anggota DPRD Partai PDIP Sintang 2024–2029, Lengkap Sebaran Kursi dari 40 Dewan |
|
|---|
| Dari Dapur Rumah Demi Anak, Kisah Sukses Owner Adel Patisserie Sekadau Bangun Bisnis Kuliner Premium |
|
|---|
| Sekda Kalbar Tegaskan Lonjakan Wisatawan Malaysia Bukan karena Rupiah Melemah, Ini Faktor Utamanya |
|
|---|
| Rupiah Melemah Tembus Rp 18.100 per Dolar AS, Money Changer di Pontianak Diserbu Warga Malaysia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Perkebunan-dan-Peternakan-Kabupaten-Sintang-Supriyanto.jpg)