Disdik Sekadau Bentuk Tim Khusus Tuntaskan 4 Ribu Data Anak Putus Sekolah

Ia mengatakan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jemput bola bagi anak-anak yang masih usia sekolah agar kembali mengenyam

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Chris Hamonangan Pery Pardede
WAWANCARA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau, Fran Dawal saat ditemui di ruangannya. Disdik Sekadau membentuk tim khusus untuk memverifikasi data Anak Tidak Sekolah (ATS) yang jumlah awalnya mencapai sekitar 4 ribu anak di Kabupaten Sekadau. 

Ringkasan Berita:
  • Menurutnya, data ATS tersebut masih perlu diverifikasi ulang karena banyak data yang belum diperbarui. 
  • Fran menjelaskan, ATS memiliki beberapa kategori mulai dari anak yang tidak melanjutkan sekolah, putus di tengah jalan hingga benar-benar tidak pernah sekolah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau membentuk tim khusus untuk menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau, Fran Dawal mengatakan, berdasarkan data awal terdapat sekitar 4 ribu anak masuk kategori ATS di Kabupaten Sekadau.

"Data awal ada sekitar 4 ribuan anak putus sekolah. Tapi setelah dicek ternyata ada juga yang sebenarnya sudah lanjut sekolah bahkan ada yang sudah kuliah," ujarnya pada Minggu, 17 Mei 2026.

Menurutnya, data ATS tersebut masih perlu diverifikasi ulang karena banyak data yang belum diperbarui. 

"Kita kerja sama dengan Disdukcapil supaya datanya di-update. Takutnya waktu Pusdatin tarik data, datanya masih yang lama," katanya.

Pemkab Sekadau Siapkan Bantuan Skripsi bagi Mahasiswa, Cukup Lampirkan Ini

Fran menjelaskan, ATS memiliki beberapa kategori mulai dari anak yang tidak melanjutkan sekolah, putus di tengah jalan hingga benar-benar tidak pernah sekolah.

Untuk mempercepat validasi data, pihaknya membentuk tim khusus hingga tingkat desa.

"Kita sudah buat operator di desa-desa. Karena yang paling tahu kondisi anak itu orang kampungnya sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah jemput bola bagi anak-anak yang masih usia sekolah agar kembali mengenyam pendidikan.

“Nanti kita kumpulkan juga yang mau ikut Paket A, Paket B, Paket C atau yang masih usia sekolah kita sekolahkan lagi,” katanya.

Menurut Fran, faktor ekonomi bukan satu-satunya penyebab anak putus sekolah di Sekadau
 
Berdasarkan hasil pendataan sementara, banyak anak memilih bekerja dibanding melanjutkan pendidikan, terutama karena mudahnya memperoleh pekerjaan di sektor perkebunan.

Ia menilai kesadaran orang tua menjadi faktor penting dalam mendorong anak tetap sekolah.

"Masalah utamanya di keluarga. Pendidikan itu penting untuk bekal hidup, bukan sekadar mencari kerja," katanya.

Fran menegaskan, penuntasan ATS menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah sekaligus program utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

"Kami targetkan sebelum SPMB ini data ATS sudah clear," pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved