Dilaporkan Siswa, Oknum Kepsek di Muara Pawan Diduga Lakukan Pencabulan
Aparat kepolisian tengah mendalami dugaan perbuatan asusila yang menyeret seorang oknum kepala sekolah di Kecamatan Muara Pawan
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Maret 2026 lalu di lingkungan sekolah, tepatnya di ruang kepala sekolah.
- Oknum kepala sekolah berinisial A, yang memimpin sebuah sekolah SMK di wilayah tersebut, diduga melakukan perbuatan tersebut terhadap siswa laki-laki tersebut.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Aparat kepolisian tengah mendalami dugaan perbuatan asusila yang menyeret seorang oknum kepala sekolah di Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Maret 2026 lalu di lingkungan sekolah, tepatnya di ruang kepala sekolah.
Oknum kepala sekolah berinisial A, yang memimpin sebuah sekolah SMK di wilayah tersebut, diduga melakukan perbuatan tersebut terhadap siswa laki-laki tersebut.
Berdasakan informasi yang beredar korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Pawan pada 12 Maret 2026 kamrim, kini laporan tersebut masih dalam proses penanganan.
Kasat Reskrim Polres Ketapang, IPTU Dedy Syahputra Bintang, membenarkan adanya laporan terkait dugaan kasus tersebut.
"Sudah ada laporannya di Polsek," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id, Kamis 16 April 2026.
Ia menjelaskan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara jelas peristiwa yang dilaporkan.
Baca juga: Genjot PKG, Dinkes Ketapang Dorong Partisipasi Warga untuk Capai Target 46 Persen
"Sedang ditangani dan sudah disurati juga ke Dinas Pendidikan agar segera ditindaklanjuti dari sisi profesi yang bersangkutan," tambahnya.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan korban lain dalam kasus ini. Namun hingga kini, belum ada laporan tambahan yang masuk ke pihak kepolisian.
Sementara itu, seorang guru di sekolah tersebut mengakui bahwa isu tersebut memang sempat mencuat di lingkungan sekolah, meski ia tidak mengetahui secara rinci kronologinya.
"Iya, memang ada kejadian itu di sekolah, tapi untuk detailnya saya kurang tahu pasti," ungkapnya.
Guru tersebut juga menyebutkan bahwa oknum kepala sekolah yang bersangkutan telah mengundurkan diri dari jabatannya sejak 1 April 2026.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui atau menjadi korban dalam kasus serupa untuk segera melapor agar dapat ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Pemprov Kalbar Terima Bantuan Alat Penanganan Karhutla Senilai Rp 3 Miliar |
|
|---|
| Serpihan Ditemukan, Evakuasi Helikopter PK-CFX Tertunda Karena Cuaca dan Medan Ekstrem |
|
|---|
| Kejari Landak Musnah Barang Bukti Dari 27 Perkara Tindak Pidana Umum |
|
|---|
| Viral Video CCTV Rekam Orang Misterius Diduga Bobol Toko Pakaian di Tebas |
|
|---|
| Baznas Kota Singkawang Distribusikan Zakat untuk Program Pendidikan ke Sekolah dan Perguruan Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-pencabulan-pemerkosaan-anak-korban.jpg)