KBP3A Sintang Gelar Workshop Perlindungan Perempuan dan Anak, Libatkan Lurah dan Kades
Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Sintang menggelar Workshop Penguatan Perlindungan Hukum
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Kegiatan tersebut dibuka oleh Kartiyus dan diikuti oleh para lurah serta kepala desa se-Kecamatan Sintang. Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yakni Andi Yaprizal serta Cory Magdalena.
- Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan KBP3A Sintang, Makarina Inachulata dalam laporannya menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Sintang menggelar Workshop Penguatan Perlindungan Hukum dan Layanan Konseling bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di Kecamatan Sintang, Rabu, 15 April 2026 di Aula Bappeda Sintang.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kartiyus dan diikuti oleh para lurah serta kepala desa se-Kecamatan Sintang. Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yakni Andi Yaprizal serta Cory Magdalena.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan KBP3A Sintang, Makarina Inachulata dalam laporannya menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius.
“Pada tahun 2025, jumlah korban perempuan dan anak yang melapor ke UPTD PPA mencapai 60 orang. Sementara hingga April 2026 ini sudah tercatat 6 laporan,” jelasnya.
Menurut Makarina, pelaksanaan workshop ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas aparatur di tingkat desa dan kelurahan dalam memahami serta menangani kasus kekerasan.
“Untuk itulah kami merasa perlu melaksanakan workshop ini dengan menghadirkan lurah dan kepala desa. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman peserta tentang perlindungan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan,” terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan pemahaman terkait berbagai bentuk kekerasan serta upaya pencegahannya, sekaligus meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan layanan konseling dan pendampingan korban.
Baca juga: Normah Medical Kunjungi Sintang, Bupati Dorong Kerja Sama Kesehatan Lintas Negara
“Kami juga ingin mendorong sinergi dan peran aktif semua pihak dalam penanganan kasus kekerasan, sehingga dapat terwujud perlindungan yang optimal bagi perempuan dan anak,” lanjutnya.
Lebih jauh, Makarina menjelaskan bahwa hasil yang diharapkan dari workshop ini antara lain meningkatnya pemahaman peserta mengenai perlindungan hukum, kemampuan mengidentifikasi bentuk kekerasan, serta meningkatnya kapasitas dalam memberikan respon awal, layanan konseling, dan pendampingan korban.
“Selain itu, kami berharap terjalin koordinasi dan sinergi antar pihak serta tersusunnya langkah tindak lanjut di tingkat desa dan kelurahan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak,” pungkasnya.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sintang dalam memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat desa, sekaligus menekan angka kekerasan di wilayah tersebut. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Kalbar Siap Cetak Sejarah, Kapolda & Stakeholder Matangkan Persiapan AVC Men’s Champions League 2026 |
|
|---|
| Viral Penganiayaan di Pontianak, Kakak Beradik Bacok Mantan Pacar Adiknya hingga Kritis |
|
|---|
| 278 Kades Kapuas Hulu Protes Tunjangan Dipotong, Yusuf: Bisa-bisa Korupsi karena Terdesak Kebutuhan |
|
|---|
| Normah Medical Kunjungi Sintang, Bupati Dorong Kerja Sama Kesehatan Lintas Negara |
|
|---|
| Pemotongan Tunjangan Perangkat Desa Pengaruhi Kinerja, Yusuf Sebut Januari - April 2026 Belum Digaji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Rabu-15-April-2026-di-Aula-Bappeda-Sintang.jpg)