Ramadhan 2026

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Ingin Sambas Punya Pabrik Beras

Menurutnya dengan demikian daya beli masyarakat akan menjadi stabil. Dia juga bilang bahwa saat ini ia mengemban sebagai Ketua Satgas

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
SAFARI RAMADAN - Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan dan Bupati Sambas Satono saat menghadiri operasi pasar murah sekaligus Safari Ramadan di Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas, Rabu 4 Maret 2026 
Ringkasan Berita:
  • Dia mengatakan, dirinya ingin menumbuhkan banyak sentra produksi sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok. 
  • Dia meminta seluruh dinas untuk melakukan sinkronisasi program untuk penguatan pangan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengatakan dirinya berharap di Sambas, Kabupaten Sambas mempunyai pabrik beras yang besar, Kamis 5 Maret 2026.

Hal itu diungkapkan Wagub Krisantus saat kunjungan kerja di Desa Tekarang, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas dalam upaya mengendalikan inflasi harga pangan.

"Hari ini setidak-tidaknya meringankan beban masyarakat. Maka kita hari ini jual Rp50.000. Tapi ke depan saya ingin, ini bukan salah satu solusi utama," kata Krisantus.

Dia mengatakan, dirinya ingin menumbuhkan banyak sentra produksi sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok. 

Dia meminta seluruh dinas untuk melakukan sinkronisasi program untuk penguatan pangan.

Bupati Satono Dampingi Wagub Krisantus Safari Ramadan di Sempadian

"Tapi ke depan saya ingin tumbuhnya sentra-sentra produksi baru terhadap kelangkaan kebutuhan pokok masyarakat. Maka tadi saya minta sinkronisasi program dinas-dinas yang memang menangani pangan kebutuhan pokok masyarakat," tegasnya.

Termasuk, kata Wagub Krisantus, Dinas Perkebunan, Peternakan, Pertanian, Tanaman Pangan Hortikultura, Kelautan Perikanan, Perindagkop untuk sinkronisasi program.

"Sehingga nanti tersinkronisasi program ini. Dengan demikian di Sambas ada produksi beras. Bahkan kita berharap ada pabrik beras nanti ke depan. Sehingga tidak lagi terjadi kelangkaan pada setiap hari raya, tidak terjadi inflasi," jelasnya.

Menurutnya dengan demikian daya beli masyarakat akan menjadi stabil. Dia juga bilang bahwa saat ini ia mengemban sebagai Ketua Satgas IPM Kalbar.

"Dan kebetulan memang saya ditunjuk oleh Pak Gubernur menjadi Ketua Satgas IPM di Kalbar ini. Nanti tentu semua komponen, stakeholder, kemudian instansi vertikal, saya ingin bekerja sama memberikan masukan, saran terhadap bekerjanya satgas ini dalam rangka meningkatkan IPM di Provinsi Kalimantan Barat," katanya.

Dia juga menjelaskan salah satu indikator IPM yakni ekonomi hingga pembangunan infrastruktur. Sehingga secara bertahap ia ingin terus memperbaiki kualitas infrastruktur dan menumbuhkan ekonomi.

"IPM ini kan kita sudah tahu, indikatornya adalah tentu ekonomi, kemudian pendidikan masyarakat, kesehatan, dan infrastruktur. Ini saling berkaitan. Oleh sebab itu, penyakit inilah yang harus kita obati dengan segera agar tidak terjadi inflasi di setiap hari raya," ungkapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved