Sambas Dalam Data

Wisata Religi Sambas! Masjid Jami' Sultan Muhammad Tsafiuddin Jadi Ikon Bersejarah

Masjid bersejarah ini merupakan salah satu cagar budaya peninggalan Kesultanan Sambas.

Editor: Syahroni
ISTIMEWA
MASJID JAMI - Screenshot dari google map lokasi Masjid Agung Jami' Sulthan Muhammad Shafiuddin Sambas, Kamis 5 Maret 2026. 
Ringkasan Berita:
  1. Masjid Jami' Sultan Muhammad Tsafiuddin merupakan cagar budaya peninggalan Kesultanan Sambas yang dibangun sekitar abad ke-17 dan diresmikan pada 10 Oktober 1885 oleh Sultan Muhammad Syafiuddin II
  2. Masjid ini memiliki arsitektur khas Melayu dengan bahan utama kayu ulin, dilengkapi dua menara di sisi mimbar dan berdiri di tepi Muara Ulakkan, pertemuan Sungai Sambas Besar, Sungai Sambas Kecil, dan Sungai Teberau yang dahulu menjadi jalur transportasi utama masyarakat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Kabupaten Sambas memiliki banyak peninggalan sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat. 

Salah satu yang paling terkenal adalah Masjid Jami' Sultan Muhammad Tsafiuddin yang hingga kini masih berdiri megah dan menjadi simbol perkembangan Islam di daerah tersebut.

Baca juga: Sedihnya Guru P3K PW di Sambas! Jelang Idul Fitri 3 Bulan Tanpa Gaji, Tak Ada Kejelasan dari Pemda

Masjid bersejarah ini merupakan salah satu cagar budaya peninggalan Kesultanan Sambas.

Lokasinya berada di Desa Dalam Kaum, tepat bersebelahan dengan Istana Alwatzikhoebillah yang dahulu menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Sambas.

Sejumlah literatur menyebutkan bahwa masjid ini diberi nama oleh Sultan Muhammad Syafiuddin II dan diresmikan pada 10 Oktober 1885 Masehi, bertepatan dengan 1 Muharram 1303 Hijriah.

Baca juga: Junaidi MA Satu-satunya Kader Hanura yang Mampu Merebut Kursi Parlemen Sambas dengan 2.441 suara

Meski telah berusia ratusan tahun, bangunan masjid ini tetap kokoh dan menjadi saksi perjalanan panjang penyebaran Islam di Kalimantan Barat.

Dari sisi arsitektur, masjid ini memiliki gaya khas Melayu yang sangat kental.

Bangunan utamanya didominasi oleh material kayu ulin atau kayu besi yang terkenal kuat dan tahan lama.

Keunikan lainnya terlihat dari dua menara yang berdiri di sisi kiri dan kanan mimbar, menambah kesan megah pada bangunan bersejarah ini.

Letak masjid yang berada di tepi Muara Ulakkan juga memiliki makna tersendiri.

Kawasan ini merupakan titik pertemuan tiga sungai besar yaitu Sungai Sambas Besar, Sungai Sambas Kecil, dan Sungai Teberau. 

Hingga kini, Masjid Jami’ Sultan Muhammad Tsafiuddin tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi sekaligus pengingat sejarah kejayaan Kesultanan Sambas dalam menyebarkan ajaran Islam di Kalimantan Barat.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!


 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved