Warga Nilai Pemda dan DPRD Kapuas Hulu Tak Mampu Atur Harga BBM Tingkat Kios 

Warga Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, menilai Pemda dan DPRD Kapuas Hulu lemah

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim
HARGA BBM - Warga Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, menilai Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, lemah dan tidak mampu menertibkan harga BBM jenis pertalite subsidi yang sangat mahal ditingkat kios-kios. 
Ringkasan Berita:
  • Dimana saat ini harga BBM jenis pertalite subsidi di tingkat kios-kios, wilayah Putussibau dan sekitarnya dari Rp 16-25 ribu perliter, sementara pemilik kios membeli minyak di SPBU dengan harga Rp 10 ribu perliter.
  • Seorang Warga Putussibau, Along menyampaikan, Pemda dan DPRD Kapuas Hulu tidak mampu mengatur, menertibkan atau memberikan himbauan kepada penjual minyak di kios-kios, terkait harga minyak yang terlalu mahal.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Warga Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, menilai Pemda dan DPRD Kapuas Hulu lemah dan tidak mampu mengatur harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite subsidi ditingkat kios-kios.

Dimana saat ini harga BBM jenis pertalite subsidi di tingkat kios-kios, wilayah Putussibau dan sekitarnya dari Rp 16-25 ribu perliter, sementara pemilik kios membeli minyak di SPBU dengan harga Rp 10 ribu perliter.

Seorang Warga Putussibau, Along menyampaikan, Pemda dan DPRD Kapuas Hulu tidak mampu mengatur, menertibkan atau memberikan himbauan kepada penjual minyak di kios-kios, terkait harga minyak yang terlalu mahal.

"Pemda tidak ada inisiatif untuk mencegah agar tidak ada harga minyak pertalite subsidi di tingkat kios-kios mahal, dan sekarang Rp 16-25 ribu perliter, sementara mereka beli minyak di SPBU," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 22 Februari 2026.

Malah selama ini jelas Along, Pemda hanya menyampaikan terkait kendala suplai minyak ke Kapuas Hulu, tidak membuat kebijakan untuk mengatur harga minyak tingkat kios-kios.

"Pada dasarnya yang membuat ribut adalah harga di tingkat kios-kios, sudah tidak masuk akal, kalau masih Rp 12-13 ribu perliter masih wajar," ungkapnya.

Baca juga: Knalpot Brong Berulah Ganggu Kenyamanan, Akhirnya 10 Unit Motor Diamankan ke Mapolres Kapuas Hulu

Kritikan juga disampaikan oleh Warga Putussibau lainnya yaitu Budi, menilai tidak ada langkah-langkah dari Pemda dan DPRD Kapuas Hulu terkait harga jual minyak tingkat kios-kios. 

"Coba mereka melakukan sosialisasi turun kelapangan, berikan penjelasan ke usaha kios-kios di jalan, agar jual minyak harga yang wajar, tidak mahal," ujarnya.

Selain itu juga, Budi meminta kepada pihak SPBU dan APMS wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, dalam kondisi seperti ini musim kering, jangan menjual minyak terhadap pelaku usaha minyak di kios-kios, cukup hanya untuk masyarakat umum.

"Celakanya pemilik kios-kios antri minyak di SPBU dan APMS harga standar Rp 10 ribu perliter, dijual kembali malah mahal mencapai Rp 15-25 ribu perliter," ungkapnya.

Sementara itu, pihak Pemerintah Daerah Kapuas Hulu dan DPRD Kapuas Hulu, lebih menutup mulut, untuk berkomentar terkait aturan harga minyak ditingkat kios-kios.

Hanya berani menjelaskan terkait gangguan distribusi BBM dari Pontianak ke jalur Sanggau – Sintang melalui Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. 

Selain itu juga Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu telah menyurati Sam Retail Pertamina Kalbar sebagai bentuk respons atas kondisi tersebut. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved