Pemkab Ketapang Gelar Bakti Sosial Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit 2026
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 13 sampai dengan 15 Februari 2026.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Jamadin
Ringkasan Berita:
- Kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.
- Semoga segala ikhtiar yang dilakukan mendapat ridho tuhan yang maha esa dan membawa manfaat bagi masyarakat luas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui kegiatan bakti sosial operasi gratis bibir sumbing dan celah langit-langit tahun 2026.
• RSUD Sambas Operasi Bibir Sumbing Gratis, Bupati Satono Sebut Manfaat Nyata bagi Warga
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara RSUD Dr. Agoesdjam dengan Yayasan YPPCBL Bandung, serta peninjauan ruangan pasien bibir sumbing dan celah langit-langit.
Dua Orang Tertunda Operasi
Harapan baru bagi puluhan anak di Kabupaten Ketapang dan sekitarnya hadir melalui bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit yang digelar di RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 13 sampai dengan 15 Februari 2026.
Sebanyak 27 pasien menjalani tindakan operasi secara cuma-cuma setelah melewati tahapan pemeriksaan medis yang ketat.
Direktur RSUD Dr. Agoesdjam, Basaria Rajagukguk, mengungkapkan semula terdapat 29 pasien yang mendaftar dalam program tersebut.
Namun, hasil skrining tim medis menyatakan dua pasien harus menunda operasi karena alasan kesehatan.
"Awalnya, terdapat 29 pasien yang mendaftar. Namun, setelah melalui proses skrining ketat oleh tim medis, hanya 27 pasien dinyatakan layak menjalani tindakan operasi, dua pasien lainnya ditunda karena pertimbangan medis," ujarnya.
Basaria menjelaskan, para pasien berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Ketapang, seperti Manis Mata, Air Upas, Sandai, hingga wilayah dalam Kota Ketapang.
Selain itu, ada juga pasien yang datang dari luar kabupaten, yakni Kabupaten Kayong Utara, termasuk dari wilayah Kepulauan Karimata.
Program ini merupakan hasil kolaborasi RSUD Dr. Agoesdjam dengan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit (YPPCBL) yang berbasis di Bandung.
Seluruh pembiayaan operasi ditanggung oleh pihak yayasan bersama sponsor dan mitra pendukung.
Basaria mengatakan, sebelum tindakan dilakukan, setiap pasien wajib menjalani pendataan dan skrining komprehensif yang melibatkan dokter spesialis anak, radiologi, jantung, paru, bedah mulut, penyakit dalam, dokter umum, tenaga laboratorium, serta paramedis lainnya.
"Pasien yang dinyatakan memenuhi syarat medis langsung dijadwalkan operasi. Sementara yang belum memenuhi kriteria akan ditunda hingga kondisi kesehatannya dinilai memungkinkan," jelasnya.
Setelah operasi, pasien akan dipantau melalui kontak person yang disediakan pihak rumah sakit.
Dalam satu bulan ke depan, mereka juga diwajibkan menjalani kontrol lanjutan di RSUD Dr. Agoesdjam.
Basaria menegaskan, sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah, RSUD Dr. Agoesdjam berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
"Rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan rutin, tetapi juga harus hadir dalam sisi sosial dan kemanusiaan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan YPPCBL Bandung, Dr. Mantra Nandini, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit di Kabupaten Ketapang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.
Ia mengungkapkan dirinya bahkan sudah empat kali datang ke Kabupaten Ketapang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan serupa.
"Saya sendiri sudah 4 kali datang kesini, pernah juga kita adakan di Rs Fatima. Tentu saja kegiatan ini akan berjalan baik dan lancar jika didukung oleh pemerintah daerah," ungkapnya.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang selama ini sangat membantu kelancaran pelaksanaan operasi gratis tersebut.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi kegiatan kemanusiaan tersebut.
"Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kita bersama karena banyak dari keluarga penderita ini yang kurang beruntung. Selain itu akses yang sulit dicapai dan kurangnya informasi. Oleh sebab itu saya mengajak semuah pihak agar memberikan informasi terkait kegiatan-kegiatan ini," pungkas Dr. Mantra.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
operasi gratis bibir sumbing
Pemkab Ketapang
Kabupaten Ketapang
Bibir Sumbing
Penderita Bibir Sumbing
| DPRD Ketapang Perkuat Pengawasan Serapan Anggaran Tahun 2026 |
|
|---|
| Dorong Pemekaran Wilayah, Bupati Ketapang Harapkan Pemerataan Pembangunan Lewat DOB |
|
|---|
| Pelantikan REI Ketapang–Kayong Utara, Pemkab Ketapang Dorong Hunian Layak dan Terjangkau |
|
|---|
| Tak Tertampung, Lebih 200 Calon Siswa Gagal Masuk SMAN 1 Ketapang karena Kekurangan Kelas |
|
|---|
| Tinjau MBG di SMAN 1 Ketapang, Gubernur Ria Norsan : Dapur Tak Standar Siap Ditutup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/KATA-SAMBUTANSEKDA-SEKDA.jpg)