‎Pemkab Ketapang Gelar Bakti Sosial Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit 2026

‎Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 13 sampai dengan 15 Februari 2026.

Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
KATA SAMBUTAN - Sekretaris Daerah Ketapang, Repalianto, menyampaikan sambutan saat membuka kegiatan Bakti Sosial Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit Tahun 2026 di Aula RSUD Dr. Agoesdjam, Sabtu 14 Februari 2026.  Kehadiran operasi gratis dinilai sangat strategis, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses dan kemampuan ekonomi. 
Ringkasan Berita:
  • Kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.
  • Semoga segala ikhtiar yang dilakukan mendapat ridho tuhan yang maha esa dan membawa manfaat bagi masyarakat luas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui kegiatan bakti sosial operasi gratis bibir sumbing dan celah langit-langit tahun 2026.

‎‎Kegiatan yang dilaksanakan oleh RSUD Dr. Agoesdjam yang bekerja sama dengan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) Bandung serta didukung sejumlah sponsor, di antaranya Bank Kalbar, PT Cargill, PT Borneo Alumina Prima, PT Permata Sawit Mandiri, PT Gobel Dharma Sarana Karya, Julvan Teruna, serta mitra perusahaan lainnya.
‎‎Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, Repalianto, mewakili Bupati Ketapang, pada Sabtu 14 Februari 2026, di Aula RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang.  
‎‎Dalam sambutannya, Repalianto menyampaikan apresiasi kepada RSUD Dr. Agoesdjam atas terselenggaranya kegiatan tersebut, serta kepada YPPCBL Bandung, Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG Universitas Padjadjaran, dan Smile Train Indonesia atas dukungannya bagi pelayanan kesehatan di Ketapang.
‎‎"Kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga segala ikhtiar yang dilakukan mendapat ridho tuhan yang maha esa dan membawa manfaat bagi masyarakat luas," ucapnya.  
‎‎Ia menjelaskan, celah bibir dan celah langit-langit merupakan kelainan bawaan yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi tumbuh kembang, aspek sosial, hingga psikologis penderitanya. 
‎‎Karena itu, kehadiran operasi gratis dinilai sangat strategis, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses dan kemampuan ekonomi.
‎Repalianto juga menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan kegiatan kolaboratif ini karena selaras dengan visi pembangunan kesehatan di daerah.

 

• RSUD Sambas Operasi Bibir Sumbing Gratis, Bupati Satono Sebut Manfaat Nyata bagi Warga 

‎‎"Pemerintah Kabupaten Ketapang menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan kolaboratif seperti ini, karena sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan berkeadilan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, rumah sakit, institusi pendidikan, dan lembaga sosial," ujar Repalianto.  
‎‎Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ia berharap pelaksanaannya tidak hanya berjalan lancar dan aman, tetapi juga memberikan hasil yang optimal bagi para pasien serta menjadi contoh praktik baik pelayanan kesehatan berbasis kemitraan dan kepedulian sosial di Kabupaten Ketapang.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara RSUD Dr. Agoesdjam dengan Yayasan YPPCBL Bandung, serta peninjauan ruangan pasien bibir sumbing dan celah langit-langit.

Dua Orang Tertunda Operasi

 Harapan baru bagi puluhan anak di Kabupaten Ketapang dan sekitarnya hadir melalui bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit yang digelar di RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang. 

‎Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 13 sampai dengan 15 Februari 2026.

‎Sebanyak 27 pasien menjalani tindakan operasi secara cuma-cuma setelah melewati tahapan pemeriksaan medis yang ketat.

‎Direktur RSUD Dr. Agoesdjam, Basaria Rajagukguk, mengungkapkan semula terdapat 29 pasien yang mendaftar dalam program tersebut.

‎Namun, hasil skrining tim medis menyatakan dua pasien harus menunda operasi karena alasan kesehatan.

‎"Awalnya, terdapat 29 pasien yang mendaftar. Namun, setelah melalui proses skrining ketat oleh tim medis, hanya 27 pasien dinyatakan layak menjalani tindakan operasi, dua pasien lainnya ditunda karena pertimbangan medis," ujarnya. 

‎Basaria menjelaskan, para pasien berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Ketapang, seperti Manis Mata, Air Upas, Sandai, hingga wilayah dalam Kota Ketapang.

‎Selain itu, ada juga pasien yang datang dari luar kabupaten, yakni Kabupaten Kayong Utara, termasuk dari wilayah Kepulauan Karimata.

‎Program ini merupakan hasil kolaborasi RSUD Dr. Agoesdjam dengan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit (YPPCBL) yang berbasis di Bandung. 

‎Seluruh pembiayaan operasi ditanggung oleh pihak yayasan bersama sponsor dan mitra pendukung.

‎Basaria mengatakan, sebelum tindakan dilakukan, setiap pasien wajib menjalani pendataan dan skrining komprehensif yang melibatkan dokter spesialis anak, radiologi, jantung, paru, bedah mulut, penyakit dalam, dokter umum, tenaga laboratorium, serta paramedis lainnya.

‎"Pasien yang dinyatakan memenuhi syarat medis langsung dijadwalkan operasi. Sementara yang belum memenuhi kriteria akan ditunda hingga kondisi kesehatannya dinilai memungkinkan," jelasnya. 

‎Setelah operasi, pasien akan dipantau melalui kontak person yang disediakan pihak rumah sakit.

‎Dalam satu bulan ke depan, mereka juga diwajibkan menjalani kontrol lanjutan di RSUD Dr. Agoesdjam.

Tim medis melakukan tindakan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit dalam kegiatan bakti sosial operasi gratis yang digelar di RSUD Dr. Agoesdjam, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu 14 Februari 2026.
Tim medis melakukan tindakan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit dalam kegiatan bakti sosial operasi gratis yang digelar di RSUD Dr. Agoesdjam, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu 14 Februari 2026. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA)

‎Basaria menegaskan, sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah, RSUD Dr. Agoesdjam berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

‎"Rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan rutin, tetapi juga harus hadir dalam sisi sosial dan kemanusiaan," tegasnya. 

‎Sementara itu, Ketua Yayasan YPPCBL Bandung, Dr. Mantra Nandini, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit di Kabupaten Ketapang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

‎Ia mengungkapkan dirinya bahkan sudah empat kali datang ke Kabupaten Ketapang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan serupa.

‎"Saya sendiri sudah 4 kali datang kesini, pernah juga kita adakan di Rs Fatima. Tentu saja kegiatan ini akan berjalan baik dan lancar jika didukung oleh pemerintah daerah," ungkapnya.

‎Menurutnya, dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang selama ini sangat membantu kelancaran pelaksanaan operasi gratis tersebut.

‎Karena itu, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi kegiatan kemanusiaan tersebut.

‎"Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kita bersama karena banyak dari keluarga penderita ini yang kurang beruntung. Selain itu akses yang sulit dicapai dan kurangnya informasi. Oleh sebab itu saya mengajak semuah pihak agar memberikan informasi terkait kegiatan-kegiatan ini," pungkas Dr. Mantra.

 

Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!! 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved