Program GIZ di Kapuas Hulu Mendapat Evaluasi dari Pemda

"Ini semua bertujuan untuk memastikan program tersebut terus keberlanjutan, dan peningkatan nilai tambah pada rantai pasok pertanian

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim
PROGRAM GIZ - Sekda Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Ambrosius Sadau, saat berdiskusi dan evaluasi program GIZ yang sedang berjalan di Kapuas Hulu, Senin 19 Januari 2026. Pastinya jelas Sekda, dalam evaluasi tersebut, pembahasan terkait perkembangan pelaksanaan kegiatan, tantangan di lapangan, serta pembahasan langkah-langkah penguatan program ke depan. 
Ringkasan Berita:
  • Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau menyampaikan, GIZ ini telah melaksanakan program Sustainability and Value Added in Agricultural Supply Chains in Indonesia/Keberlanjutan dan Nilai Tambah untuk Rantai Pasok Pertanian di Indonesia (SASCI+ Project) di Kapuas Hulu.
  • Pastinya jelas Sekda, dalam evaluasi tersebut, pembahasan terkait perkembangan pelaksanaan kegiatan, tantangan di lapangan, serta pembahasan langkah-langkah penguatan program ke depan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja dari Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) di wilayah Kapuas Hulu.

Diketahui bersama bahwa GIZ adalah merupakan perusahaan Negara Jerman untuk kerjasama internasional, diantaranya yaitu di Kabupaten Kapuas Hulu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Ambrosius Sadau menyampaikan, GIZ ini telah melaksanakan program Sustainability and Value Added in Agricultural Supply Chains in Indonesia/Keberlanjutan dan Nilai Tambah untuk Rantai Pasok Pertanian di Indonesia (SASCI+ Project) di Kapuas Hulu.

"Program SASCI+ Project tersebut, saat ini sedang tengah berjalan di Kabupaten Kapuas Hulu, maka perlu kita evaluasi sejauh mana hasilnya, terutama untuk masyarakat itu sendiri," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Senin 19 Januari 2026.

Tenun Tradisional Warisan Budaya, Pengrajin Tenun Sidan Kapuas Hulu sudah Terkenal ke Luar Negeri

Pastinya jelas Sekda, dalam evaluasi tersebut, pembahasan terkait perkembangan pelaksanaan kegiatan, tantangan di lapangan, serta pembahasan langkah-langkah penguatan program ke depan.

"Ini semua bertujuan untuk memastikan program tersebut terus keberlanjutan, dan peningkatan nilai tambah pada rantai pasok pertanian di daerah," ucapnya.

SASCI+ Project sendiri bertujuan untuk mendorong praktik pertanian berkelanjutan, meningkatkan daya saing produk pertanian, serta memperkuat peran pelaku usaha lokal dalam rantai pasok pertanian yang inklusif dan berkelanjutan.

"Pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu sangat mendukung program tersebut, demi perkembangan pertanian di wilayah Kapuas Hulu," ungkapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved