Wabup Kayong Utara : Perencanaan Lebih Awal Kunci Program Berkualitas

Amru Chanwari, menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang dilakukan lebih awal dan disiplin waktu agar menghasilkan program berkualitas

Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Faisal Ilham Muzaqi
BERIKAN KETERANGAN - Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, saat diwawancarai Tribun Pontianak setelah kegiatan, di Bank Kalbar Cabang Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Selasa 13 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • ‎Amru menjelaskan, perencanaan saat ini merupakan bagian dari tahapan yang telah terjadwal, dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.
  • ‎Dengan perencanaan lebih dini, waktu yang tersedia menjadi lebih panjang sehingga kualitas perencanaan dapat meningkat.

‎TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang dilakukan lebih awal dan disiplin waktu agar menghasilkan program berkualitas serta sesuai kebutuhan masyarakat.

‎Hal itu disampaikan Amru saat diwawancarai Tribun Pontianak setelah membuka kegiatan  Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang digelar di Bank Kalbar Cabang Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, Selasa 13 Januari 2026. 

‎Amru menjelaskan, perencanaan saat ini merupakan bagian dari tahapan yang telah terjadwal, dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.

‎"Perencanaan ini bagian terpenting dalam tahapan pembangunan. Maka kita berupaya disiplin waktu sesuai ketentuan dan melakukan perencanaan lebih awal," ujar Amru. 

‎Dengan perencanaan lebih dini, waktu yang tersedia menjadi lebih panjang sehingga kualitas perencanaan dapat meningkat.

‎Selain itu, perencanaan diharapkan mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui partisipasi publik dan tetap sejalan dengan visi-misi kepala daerah.

‎Meski kegiatan ini masih bersifat konsultasi publik dan dapat berkembang sesuai aspirasi masyarakat, pemerintah daerah tetap realistis dengan kondisi fiskal.

‎"Dengan kondisi negara kita yang juga sedang tidak baik-baik saja, pasti berdampak kepada daerah, provinsi, dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Terutama pengurangan dana transfer ke daerah itu sangat-sangat berpengaruh terhadap pembangunan di tempat kita ini, lebih-lebih Kayong Utara ini pendapatan asli daerahnya sangat kecil," jelas Amru. 

‎Ia menjelaskan bahwa pendapatan Asli Daerah (PAD) Kayong Utara masih di bawah 5 persen dari total APBD, artinya sekitar 95 persen masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

Baca juga: ‎Pemkab Kayong Utara Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Soroti Tekanan Fiskal Daerah

‎Kondisi ini menjadi perhatian serius, sehingga upaya peningkatan PAD menjadi prioritas, misalnya menaikkan kontribusinya dari 5 persen menjadi 7 persen.

‎Di tengah keterbatasan anggaran, Amru menegaskan pemerintah daerah tetap menetapkan skala prioritas, khususnya pada layanan publik.

‎"Layanan pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan," tegasnya.

‎Ia memastikan, meski anggaran terbatas, pemerintah daerah akan berupaya melakukan efisiensi agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan secara optimal.

‎"Kalaupun terbatas anggaran, bagaimana kita mengefisienkan supaya masyarakat tetap bisa kita berikan layanan, bisa diobati. Kemudian yang pendidikan jangan sampai anak-anak kita terhenti sekolahnya," pungkas Amru. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved