Pemkab Mempawah Evaluasi Perkembangan Pembangunan Koperasi Merah Putih

Pemerintah Kabupaten Mempawah terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan penyiapan lahan dan pembangunan fisik KDKMP.

Tayang:
Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
BERIKAN KETERANGAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pembangunan KDKMP di sejumlah desa dan kelurahan menunjukkan capaian yang beragam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pemerintah Kabupaten Mempawah terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan penyiapan lahan dan pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya penguatan ekonomi berbasis desa dan kelurahan, Senin 12 Januari 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, menyampaikan bahwa hingga saat ini progres pembangunan KDKMP di sejumlah desa dan kelurahan menunjukkan capaian yang beragam.

"Perkembangan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Mempawah berjalan bertahap dengan capaian yang bervariasi di setiap lokasi," ujar Ismail.

Berdasarkan data terkini, capaian pembangunan fisik tertinggi berada di Desa Toho Ilir, Kecamatan Toho, dengan progres mencapai 28,19 persen.

Selanjutnya disusul Desa Penibung, Kecamatan Mempawah Hilir, dengan capaian sebesar 24,79 persen.

"Secara keseluruhan, terdapat 67 desa dan kelurahan di Kabupaten Mempawah yang menjadi sasaran pembangunan fisik KDKMP," katanya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 titik telah masuk ke dalam portal pemetaan pembangunan, dengan rincian 11 titik sudah dalam tahap progres pembangunan dan 52 titik lainnya masih dalam proses pemetaan lahan.

Ismail menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama Kodim 1201/Mempawah terus berupaya melakukan percepatan pembangunan agar seluruh target dapat terealisasi.

Baca juga: Curah Hujan di Mempawah Masuk Zona Aman, Warga Tetap Diimbau Waspada

"Kami terus mendorong percepatan, baik dari sisi penyiapan lahan maupun kelengkapan administrasi, agar pembangunan Koperasi Merah Putih dapat terealisasi di seluruh desa dan kelurahan," jelasnya.

Hingga saat ini, secara bertahap telah terdapat tambahan tujuh titik lahan potensial, sehingga total lahan yang telah teridentifikasi meningkat menjadi 22 titik.

Sebagian besar lahan tersebut merupakan aset milik Pemerintah Daerah dan pemerintah desa yang telah diverifikasi melalui portal pemetaan lahan.

"Optimalisasi aset daerah dan aset desa menjadi kunci agar pembangunan fisik KDKMP dapat berjalan lebih cepat dan merata," tambah Ismail.

Meski demikian, Ismail mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, khususnya terkait percepatan penyiapan lahan dan kelengkapan administrasi pendukung pembangunan.

"Tantangan ini terus kami benahi bersama agar program Koperasi Merah Putih benar-benar dapat memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved