Dinkes Sanggau Ingatkan Masyarakat Waspadai Penyakit di Musim Penghujan

Selain DBD, Ginting mengatakan, leptospirosis menjadi ancaman lain yang sering muncul akibat banjir dan genangan air kotor. 

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendri Chornelius
WAWANCARA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Ginting. Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan tetap mengedepankan pola hidup bersih dan sehat. 
Ringkasan Berita:
  • Ginting menjelaskan, cuaca yang lembap dan curah hujan tinggi menjadi faktor pemicu berkembangnya berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.
  • Selain DBD, Ginting mengatakan, leptospirosis menjadi ancaman lain yang sering muncul akibat banjir dan genangan air kotor. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan tetap mengedepankan pola hidup bersih dan sehat. 

Untuk diketahui, akhir-akhir ini wilayah Kabupaten Sanggau kerap dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. 

"Terutama ancaman DBD yang kerap terjadi di musim penghujan, jadi harus kita antisipasi. Kasus DBD tercatat menjadi salah satu yang paling sering meningkat saat musim hujan. Genangan air di lingkungan pemukiman menjadi tempat ideal bagi nyamuk aedes aegypti berkembang biak," katanya, Senin 8 Desember 2025.

Ginting menjelaskan, cuaca yang lembap dan curah hujan tinggi menjadi faktor pemicu berkembangnya berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. 

Pemerintah daerah juga mulai memperkuat langkah pencegahan sejak awal musim.

BPBD Mempawah Imbau Warga Waspada Potensi Banjir Rob hingga 9 Desember 2025

Selain DBD, Ginting mengatakan, leptospirosis menjadi ancaman lain yang sering muncul akibat banjir dan genangan air kotor. 

Penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira ini menular melalui urine hewan, terutama tikus, dan dapat masuk melalui luka terbuka pada kulit. 

"Gejalanya mirip flu, namun dapat berkembang menjadi kondisi serius seperti gagal ginjal atau gangguan hati. Masyarakat diharapkan berhati-hati ketika beraktivitas di daerah tergenang dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan," harapnya.

Selain itu juga, ISPA biasanya meningkat seiring perubahan cuaca dan penurunan daya tahan tubuh. Udara lembap serta perbedaan suhu yang drastis membuat virus lebih mudah berkembang dan menular. 

"Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terserang ISPA, termasuk batuk, pilek, hingga radang tenggorokan," tegasnya.

Oleh karenanya, pentingnya menjaga asupan nutrisi dan kualitas udara dalam ruangan untuk mencegah penularan. 

Untuk menekan lonjakan kasus, pemerintah daerah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Kesehatan bersama fasilitas pelayanan kesehatan memperkuat pemantauan dan edukasi kepada masyarakat. 

"Warga diharapkan menerapkan perilaku hidup bersih, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera mencari pertolongan medis bila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit musim hujan. Melalui langkah pencegahan yang tepat, resiko penyebaran DBD, leptospirosis, dan infeksi pernapasan dapat diminimalkan sepanjang musim hujan," ujarnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved