Banjir Rob

Banjir Rob Genangi Pasar Mempawah, Akses Jalan Terganggu

Ia juga menambahkan bahwa banyak kendaraan roda dua mengalami mati mesin karena mencoba melintas saat kondisi air tinggi.

Tayang:
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
BANJIR ROB - Banjir Rob cukup parah di kawasan Pasar Mempawah, tepatnya di Jalan GM Taufik, Kecamatan Mempawah Hilir, Senin 8 Desember 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Genangan air yang naik hingga ke badan jalan membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama pengguna sepeda motor dan pedagang di sekitar area pasar.
  • Ia juga menambahkan bahwa banyak kendaraan roda dua mengalami mati mesin karena mencoba melintas saat kondisi air tinggi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Banjir rob kembali melanda beberapa titik di wilayah Kabupaten Mempawah, Senin 8 Desember 2025 pagi.

Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah kawasan Pasar Mempawah, tepatnya di Jalan GM Taufik, Kecamatan Mempawah Hilir.

Genangan air yang naik hingga ke badan jalan membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama pengguna sepeda motor dan pedagang di sekitar area pasar.

Berdasarkan keterangan warga, air mulai naik sejak pagi hari. Salah seorang warga, Indah, mengatakan bahwa genangan mulai meningkat sejak pukul 05.30 WIB dan mencapai puncaknya sekitar pukul 08.30 hingga 09.00 WIB.

Bupati Erlina Ungkap Anggaran Infrastruktur Mempawah 2026 Capai Rp1 Triliun

"Air naik itu sekitar pukul 05.30 sudah mulai dalam. Kemudian jam 08.30 sampai jam 09.00 itu puncaknya, yang sangat dalam. Sampai-sampai nyaris selutut kami kalau di depan warkop," ungkap Indah.

Ia juga menambahkan bahwa banyak kendaraan roda dua mengalami mati mesin karena mencoba melintas saat kondisi air tinggi.

"Kalau di tengah jalan kayaknya sampai selutut, karena banyak motor orang yang mogok," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Seli, warga lainnya yang sudah tiga hari terdampak fenomena rob tersebut.

Menurutnya, banjir kali ini merupakan yang terdalam dibanding hari sebelumnya.

"Ini sudah hari ketiga, dan hari ini paling dalam. Biasanya cuma sampai mata kaki, tapi tadi pagi sampai betis bahkan hampir selutut," tutur Seli.

Banjir rob yang terjadi diduga akibat tingginya pasang air laut yang dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah warga memilih menunggu air surut sebelum melanjutkan aktivitas, sementara pedagang di kawasan pasar tetap berjualan namun dengan kondisi akses terbatas. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved