Kemenkop Gelar Sharing Session Penguatan Ekosistem Koperasi Berbasis Hub di Sintang

Sifatnya satu kabupaten satu. Ini untuk memperkuat jaringan usaha berbasis kolaborasi antar koperasi desa

|
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Prokopim Sintang
SHARING SESSION - Kementrian Koperasi menggelar Sharing session penguatan ekosistem koperasi desa merah putih berbasis hub (Sekunder) di Jembatan Merah Cafe Kecamatan Kelam Permai, Sintang, Kamis 27 November 2025 kemarin. Kegiatan diikuti 40 orang perwakilan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).  
Ringkasan Berita:
  • Sifatnya satu kabupaten satu. Ini untuk memperkuat jaringan usaha berbasis kolaborasi antar koperasi desa.
  • Model ini nantinya hanya akan ada satu di tingkat kabupaten sebagai pusat jejaring dan sistem kolaborasi usaha lintas desa. 
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG--Kementrian Koperasi menggelar Sharing session penguatan ekosistem koperasi desa merah putih berbasis hub (Sekunder) di Jembatan Merah Cafe Kecamatan Kelam Permai, Sintang, Kamis kemarin. 
Kegiatan diikuti 40 orang perwakilan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 
Kepala Bidang Pengembangan Akselerasi Jaringan Usaha Kementerian Koperasi, Arif Legowo, menjelaskan bahwa arah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) selanjutnya adalah menuju pembentukan koperasi sekunder atau holding. 
Model ini nantinya hanya akan ada satu di tingkat kabupaten sebagai pusat jejaring dan sistem kolaborasi usaha lintas desa. 
“Kedepannya kita menyebutnya koperasi sekunder atau holding KDKMP. Sifatnya satu kabupaten satu. Ini untuk memperkuat jaringan usaha berbasis kolaborasi antar koperasi desa,” kata Arif. 
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman terkait model bisnis koperasi berbasis hub, yang berperan sebagai pusat penguatan rantai pasok, distribusi, hingga kolaborasi usaha antar koperasi desa.
Dengan sistem tersebut, koperasi tidak lagi hanya bergerak pada kegiatan sektor sembako, tetapi berkembang ke sektor yang memiliki nilai ekonomi lebih besar berbasis potensi desa. 
Arif juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang menginginkan KDKMP dapat mengambil bagian dalam suplai program makan siang bergizi berbasis komoditas pangan lokal seperti ayam, telur dan sayur. 
“Koperasi sekunder ini nanti menjadi penyerap potensi desa. Jadi tidak hanya mengelola sembako, namun ikut membangun rantai pasok pangan lokal,” tambahnya. 
Sebanyak 40 peserta hadir pada kegiatan tersebut, masing-masing mewakili KDKMP dari desa yang berbeda.
Melalui kegiatan ini diharapkan peserta memahami konsep koperasi sekunder, sehingga nantinya pembentukan pengurus hingga pengawas akan berasal dari suara anggota KDKMP. 
Arif berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya jaringan koperasi desa yang lebih kuat dan terintegrasi berbasis kolaborasi ekonomi. 
“Harapan kami, setelah kegiatan ini terbentuk ekosistem koperasi yang solid dan berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi desa melalui sistem jaringan,” tutupnya.
Perkuat Ekosistem Bisnis

Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha pada Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Cecep Setyawan, membuka kegiatan Sharing Session bertema Penguatan Ekosistem Bisnis dan Usaha Koperasi Desa Merah Putih Berbasis HUB (Sekunder) yang digelar di Kabupaten Sintang

Dalam kesempatan tersebut, Cecep Setyawan menegaskan bahwa dunia usaha kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi, perubahan pasar global, serta tuntutan efisiensi.

Kondisi tersebut menuntut koperasi untuk lebih adaptif, inovatif, dan memiliki jejaring bisnis yang kuat. 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 terus mendorong inovasi penguatan koperasi, salah satunya melalui model koperasi berbasis HUB sekunder.

Model ini difungsikan sebagai pusat kolaborasi, agregasi, dan akselerasi bisnis yang mampu memperkuat koperasi primer di wilayah sekitarnya. 

“Model ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama pada sektor potensial seperti pertanian, pariwisata, kelautan, dan ekonomi kreatif,” ujarnya. 

Cecep juga menyebut bahwa Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu contoh implementasi model yang sejalan dengan arah kebijakan nasional, di mana koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi menjadi platform kolaboratif yang menghubungkan desa, UMKM, investor, dan pasar. 

Dalam penyampaiannya, Cecep menekankan bahwa kegiatan sharing session ini memiliki tiga tujuan utama: Memberikan pemahaman mengenai konsep Koperasi Desa Merah Putih berbasis HUB dan implementasinya dalam memperkuat jaringan usaha koperasi.

 Menggali dukungan dan masukan dari para pemangku kepentingan untuk penyempurnaan model bisnis dan penerapannya dan Membangun kolaborasi konkret antar unsur pemerintah, pelaku usaha, koperasi primer, dan pihak swasta untuk memperluas jejaring bisnis dan daya saing koperasi. 

Cecep menegaskan bahwa penguatan jaringan usaha koperasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan dukungan lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha, pemerintah daerah, serta komunitas. 

BERI KETERANGAN - Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha pada Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Cecep Setyawan beri keterangan kepada sejumlah wartawan, Jumat 28 November 2025. Ceceo Setyawan mengatakan dunia usaha kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi, perubahan pasar global, serta tuntutan efisiensi. 
BERI KETERANGAN - Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha pada Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Cecep Setyawan beri keterangan kepada sejumlah wartawan, Jumat 28 November 2025. Ceceo Setyawan mengatakan dunia usaha kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi, perubahan pasar global, serta tuntutan efisiensi.  (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto)


"Pendekatan berbasis HUB diyakini dapat menjembatani kesenjangan antar koperasi, memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan pusat Inovasi bisnis,
Distribusi produk dan layanan, Pertukaran pengetahuan dan teknologi serta Akses pembiayaan dan pasar. Dengan model ini, koperasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung dalam satu ekosistem yang kuat dan berdaya saing,” kata Cecep. 

Menutup sambutannya, Cecep menegaskan Koperasi bukan hanya entitas ekonomi, tetapi gerakan sosial yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan nilai lokal dan semangat kebangsaan. 


“Mari bersama membangun ekosistem koperasi yang kuat, terhubung, dan berkelanjutan demi Indonesia yang maju dan sejahtera,” ajak Cecep. 

 

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved