Akses Sulit, SDN 10 Kemboja Baru Kayong Utara Belum Nikmati Program MBG
Kendala utama belum tersalurnya MBG adalah jarak dan akses pendistribusian dari dapur MBG yang berada di Pulau Maya.
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Rencana pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kemboja Baru, perlu dipertimbangkan kembali.
- Apakah efektif hanya untuk 18 murid.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Harapan besar disampaikan Kepala SD Negeri 10 Kemboja Baru, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sunarti.
Ia berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat segera dirasakan oleh para siswanya yang hingga kini belum tersentuh manfaat program tersebut.
Selama 12 tahun mengabdi di sekolah terpencil itu, Sunarti terus berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di Kemboja Baru, meski jumlah murid hanya 18 orang.
Ia menilai, kendala utama belum tersalurnya MBG adalah jarak dan akses pendistribusian dari dapur MBG yang berada di Pulau Maya.
“Saya sudah koordinasi dengan dapur MBG di Pulau Maya, tapi jaraknya jauh, bisa lebih dari satu jam perjalanan dengan kondisi jalan yang sulit dilalui,” ujarnya, Saat di konfirmasi Tribun Pontianak, Senin 3 November 2025.
Menurutnya, pendistribusian akan lebih efisien jika dilakukan dari dapur yang berada di Kecamatan Teluk Batang.
“Kalau dari Teluk Batang, penyeberangan hanya sekitar 10 menit naik kelotok, lalu 20 menit lagi naik motor sudah sampai ke sekolah,” jelas Sunarti.
Baca juga: Program MBG Bikin Petani Pisang Kayong Utara Makin Sejahtera
Terkait rencana pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kemboja Baru, Sunarti menilai langkah tersebut perlu dipertimbangkan kembali.
“Kami tentu berterima kasih jika ada dapur MBG di sini, tapi apakah efektif hanya untuk 18 murid? Saya khawatir malah mubazir dan tidak efisien,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, bangunan SD Negeri 10 Kemboja Baru masih tampak kokoh, dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal.
Namun, kini lingkungan sekitar sekolah yang dulunya berupa lahan pertanian telah berubah menjadi area perkebunan kelapa sawit. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Hadiri Munas XVI IPSI di Jakarta, Alexander Wilyo Tegaskan Komitmen Kembangkan Pencak Silat Kalbar |
|
|---|
| Masyarakat Melayu di Putussibau Utara Bahas Adat Istiadat dan Hukum Adat |
|
|---|
| Pelantikan REI Ketapang–Kayong Utara, Pemkab Ketapang Dorong Hunian Layak dan Terjangkau |
|
|---|
| Penonton Terpukau, ‘The Echoes of Apokalips’ Sampaikan Pesan Lingkungan |
|
|---|
| Edi Kamtono Dukung Pembangunan Rumah Radakng, Perkuat Harmoni di Kota Multikultur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Tampak-bangunan-SD-Negeri-10-Kemboja-Baru-di-Kecamatan-Pulau-Maya.jpg)