‎Akses Sulit, SDN 10 Kemboja Baru Kayong Utara Belum Nikmati Program MBG

Kendala utama belum tersalurnya MBG adalah jarak dan akses pendistribusian dari dapur MBG yang berada di Pulau Maya.

Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
PENYALURAN MBG - Tampak bangunan SD Negeri 10 Kemboja Baru di Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, yang hingga kini belum menerima pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin 3 November 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Rencana pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kemboja Baru, perlu dipertimbangkan kembali.
  • ‎Apakah efektif hanya untuk 18 murid.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONGUTARA - Harapan besar disampaikan Kepala SD Negeri 10 Kemboja Baru, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sunarti. 

Ia berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat segera dirasakan oleh para siswanya yang hingga kini belum tersentuh manfaat program tersebut.

‎Selama 12 tahun mengabdi di sekolah terpencil itu, Sunarti terus berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di Kemboja Baru, meski jumlah murid hanya 18 orang.

‎Ia menilai, kendala utama belum tersalurnya MBG adalah jarak dan akses pendistribusian dari dapur MBG yang berada di Pulau Maya.

‎“Saya sudah koordinasi dengan dapur MBG di Pulau Maya, tapi jaraknya jauh, bisa lebih dari satu jam perjalanan dengan kondisi jalan yang sulit dilalui,” ujarnya, Saat di konfirmasi Tribun Pontianak, Senin 3 November 2025.

‎Menurutnya, pendistribusian akan lebih efisien jika dilakukan dari dapur yang berada di Kecamatan Teluk Batang.

‎“Kalau dari Teluk Batang, penyeberangan hanya sekitar 10 menit naik kelotok, lalu 20 menit lagi naik motor sudah sampai ke sekolah,” jelas Sunarti.

Baca juga: ‎Program MBG Bikin Petani Pisang Kayong Utara Makin Sejahtera

‎Terkait rencana pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kemboja Baru, Sunarti menilai langkah tersebut perlu dipertimbangkan kembali.

‎“Kami tentu berterima kasih jika ada dapur MBG di sini, tapi apakah efektif hanya untuk 18 murid? Saya khawatir malah mubazir dan tidak efisien,” katanya.

‎Pantauan di lapangan menunjukkan, bangunan SD Negeri 10 Kemboja Baru masih tampak kokoh, dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal.

‎Namun, kini lingkungan sekitar sekolah yang dulunya berupa lahan pertanian telah berubah menjadi area perkebunan kelapa sawit. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved