Jalan Lingkar Kayong Utara Berlubang, Warga Jadi Korban

Ia menambahkan, kerusakan jalan yang berstatus jalan kabupaten itu tidak boleh terus dibiarkan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FAISAL ILHAM MUZAQI
JALAN BERLUBANG - Kondisi Jalan Lingkar di Sukadana, Kayong Utara, kalimantan Barat. tampak rusak parah dengan genangan air dan tanah berlumpur. Selasa 16 September 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Suparman (68), warga Dusun Air Pauh, Desa Pangkalan Buton, meninggal dunia usai terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar, Sukadana.

Peristiwa itu terjadi pada Senin 15 September 2025 malam, saat korban pulang dari pengajian. Motor yang dikendarainya terjatuh akibat menabrak lubang di jalan.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Agies jam Ketapang untuk mendapat perawatan. Namun, Rabu pagi 17 September 2025 pagi nyawanya tak tertolong karena luka yang cukup parah.

Anggota DPRD Kayong Utara, Ansari, mengatakan kecelakaan serupa bukan kali pertama terjadi di ruas jalan lingkar tersebut. Ia menegaskan pemerintah melalui Dinas PUPR harus segera turun tangan.

Lolos Seleksi, Dua Personel Polres Kayong Utara Perkuat Kalbar di PON XXI Kudus 2025

“Korban kecelakaan di jalan lingkar ini bukan baru sekali. Korban sudah cukup berumur, terjatuh karena menabrak lubang. Sempat dirujuk ke Ketapang, tapi karena luka parah akhirnya meninggal. Kami prihatin, apalagi korban juga warga Pangkalan Buton,” ucap Ansari, Jumat 19 September 2025.

Ia menambahkan, kerusakan jalan yang berstatus jalan kabupaten itu tidak boleh terus dibiarkan.

“Jadikan ini pelajaran. Saya berharap tidak ada lagi korban meninggal akibat jalan rusak,” tegasnya.

Sementara itu, Wildan, anak korban, menceritakan ayahnya stelah terjatuh. Motor yang dikendarai menabrak lubang hingga membuat sang ayah terjatuh. 

“Kepala dan kaki luka parah, stang motor menghantam dada hingga menyebabkan luka dalam. Ayah sempat dirujuk ke Ketapang, rencananya mau dibawa ke Pontianak. Tapi karena kondisi makin parah akhirnya tidak sempat,” kata Wildan.

Ia berharap tragedi yang menimpa ayahnya tidak terulang pada warga lain.

“Semoga ini jadi peristiwa terakhir dan pemerintah bisa segera memperbaiki jalan rusak,” harapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved