Kalender Islam

Cek Hitung Mundur Ramadan 2026 Terkini Sisa Berapa Hari Lagi

Selain menambah pahala, puasa ini juga menjaga rutinitas ibadah agar tetap konsisten.

Tayang:
Editor: Zulkifli
Tribunnews
RAMADAN 2026 - Bulan Ramadan 1447 Hijriyah diperkirakan akan jatuh pada pertengahan Februari 2026. Penetapan resmi akan dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementerian Agama. 
Ringkasan Berita:Dengan demikian dapatr dihitung perkiraan sisa hari untuk berjumpa dengan bulan Ramadan. 
Ringkasan Berita:Kendati demikian di bulan Jumadil Akhir ini tentunya banyak pula amalan puasa sunnah yang bisa dikerjakan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Cek hitung mundur, sisa berapa hari puasa Ramadan 1447 Hijriyah tahun 2026 per hari ini Jumat 5 Desember 2025. .

1 Ramadan terus mendekat, bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam akan tiba. 

Umat Islam di dunia khususnya di Indonesia sangat menantikannya. 

Adapun hari ini tak terasa sudah memasuki 14 Jumadil Akhir 1447 Hijriyah atau bertepatan pada Jumat 5  Desember 2025. 

Dengan demikian dapatr dihitung perkiraan sisa hari untuk berjumpa dengan bulan Ramadan. 

Jkka mengacu pada PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2025. 

Maka puasa Ramadan menyisakan kurang lebih 75 hari lagi. 

Akan tetapi nantinya  pemerintah baru secara resmi baru akan menetapkan pada Sidang Isbatpemantauan Hilal dan akan diumumkan secara resmi. 

Kendati demikian di bulan Jumadil Akhir ini tentunya banyak pula amalan puasa sunnah yang bisa dikerjakan. 

Puasa tersebut meliputi senin-kamis dan adapula puasa Ayyamul Bidh. 

Dilansir dari Rumah Zakat Puasa Senin dan Kamis merupakan amalan rutin yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Baca juga: KALENDER Januari 2026, Cek Potensi Long Weekend Awal Tahun 2026

Beliau bersabda:

“Amal perbuatan dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis.

Maka aku ingin amalanku dihadapkan ketika aku sedang berpuasa.” HR. Tirmidzi

Selain menambah pahala, puasa ini juga menjaga rutinitas ibadah agar tetap konsisten.

Puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu amalan sunnah yang dianjukan oleh Rasulullah SAW.

Ibadah puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap tanggal 13,14, dan 15 bulan Hijriah, bertepatan dengan saat bulan purnama menerangi malam karena itu dinamakan Ayyamul Bidh atau "hari-hari putih".

Adapun puasa Ayyamul Bidh selanjutnya bisa dilaksanakan pada bulan Jumadil Akhir. 

Bacaan Niat Puasa Senin Kamis dan Ayyamul Bidh

Baca juga: Inilah Daftar Hari Libur Tanggal Merah di Kalender Tahun Baru 2026 Mulai Januari

Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Istnaini Sunnatal Lillahi Ta'ala.

Artinya : Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.

Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى

Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatal Lillahi Ta'ala

Artinya: Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.

Niat puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta’ala."

Doa Agar Disampaikan pada Ramadan dengan Berkah

Allaahumma ahlilhu‘alainaa bil-yumni wal-iimaani was salaamati wal islaami rabbii wa rabbukallaah.

Artinya:

“YaAllah, terbitkanlah bulan tersebut kepada kami dengan berkah, iman,
keselamatan, serta Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (H.R.
Tirmidzi & Ahmad).

Ganti Puasa Ramadan

Bagi yang terpaksa karena uzur atau berhalangan puasa Ramadan di tahun sebelunnya tentunya diwajibkan untuk menggantinya sebelum puasa Ramadan berikutnya. 

Menurut penjelasan Ustadz Abdul Somad, mengganti puasa Ramadhan bisa dilakukan kapan saja, termasuk di hari puasa sunah. 

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan keutamaannya sekaligus. 

Sementara bacaan niatnya cukup niat qadha puasa Ramadhan saja, maka otomatis mendapatkan pahala berpuasa sunnah. 

Dengan catatan, membaca niat puasa Qadha harus dilakukan sebelum waktu subuh, sebagaimana melaksanakan Puasa Ramadan

“Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. Abu Daud. No: 2454; Tirmidzi. No: 730; An-Nasai. No: 2333; dan Ibnu Majah. No: 1700).

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved